Dankormar Berharap Skill Mumpuni Denjaka Diberdayakan Hadapi Terorisme
Kamis, 30 Juli 2020 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, kapal milik perusahaan AA Rocha Cabecas ini disewa kelompok aktivis antiintergrasi Timor Timur terhadap Indonesia, per 23 Januari 1992. Kapal berbobot 1.662 ton melaju dengan kecepatan 15 knot dan membawa 73 aktivis NGO dari 18 negara, termasuk mantan Presiden Portugal, Antonio Ramlho Eanes, serta 56 wartawan dari enam negara.
"Pelayaran ini memiliki misi provokasi internasional menyusul insiden Santa Cruz," lanjutnya.
Suhartono mengatakan, pasukan khusus TNI AL itu juga membuat perompak Somalia kocar-kacir ketika terlibat dalam pasukan gabungan satuan elite Kopassus TNI AD dan Kopaska TNI AU. Waktu itu, kata dia, pasukan Indonesia berhasil membebaskan para WNI yang disandera bajak laut Somalia.
"Pasukan elite TNI juga memburu perompak Somalia setelah kapal MV Sinar Kudus yang dioperasikan PT Samudera Indonesia dibajak di perairan Laut Arab pada 16 Maret 2011 silam," ujarnya.
Dengan kemampuan dan kualitas yang mumpuni dan diakui dunia ini, Suhartono berharap Denjaka,pasukan khusus TNI AL, dapat lebih diberdayakan dengan melibatkan mereka dalam penanganan aksi-aksi terorisme.
"Pelayaran ini memiliki misi provokasi internasional menyusul insiden Santa Cruz," lanjutnya.
Suhartono mengatakan, pasukan khusus TNI AL itu juga membuat perompak Somalia kocar-kacir ketika terlibat dalam pasukan gabungan satuan elite Kopassus TNI AD dan Kopaska TNI AU. Waktu itu, kata dia, pasukan Indonesia berhasil membebaskan para WNI yang disandera bajak laut Somalia.
"Pasukan elite TNI juga memburu perompak Somalia setelah kapal MV Sinar Kudus yang dioperasikan PT Samudera Indonesia dibajak di perairan Laut Arab pada 16 Maret 2011 silam," ujarnya.
Dengan kemampuan dan kualitas yang mumpuni dan diakui dunia ini, Suhartono berharap Denjaka,pasukan khusus TNI AL, dapat lebih diberdayakan dengan melibatkan mereka dalam penanganan aksi-aksi terorisme.
Lihat Juga :