Gus Yahya: Dalam Sejarah NU Tidak Pernah Minta dan Merebut Jabatan
Sabtu, 12 Agustus 2023 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
"Pada saat itu ada seorang perwira Jepang namanya Naobuharo Ono, dia ini seorang muslim alias Abdul Hamid. Dia ini nanya pada Hadratusyech. Kiai kalau nanti Indonesia sudah merdeka betul siapa menurut Kiai yang pantas memimpin negara yang baru lahir ini?" cerita Gus Yahya.
Saat ditanya Naobuharo Ono, kata Gus Yahya, "Kiai Hasyim dengan tanpa ragu-ragu menjawab Insinyur Soekarno. Padahal putranya sendiri ini (KH Wahid Yasyim) tokoh utama. Kenapa ndak disebut ya kalau bisa Wahid Hasyim. Beliau dengan tanpa ragu menyebut insinyur Soekarno".
Baca juga: Kiai Said Aqil Siroj Minta Warga NU Harus Tentukan Pilihan Politik di Pemilu 2024
Ketegasan Hadratusyech ini, murni karena melihat yang terbaik untuk memimpin Indonesia pada waktu itu adalah Ir Soekarno.
"Maka NU harus selalu berfikir tentang apa yang terbaik di bangsa dan negara ini bukan untuk NU sendiri. Kita tidak peduli dari mana asalnya yang penting yang terbaik untuk bangsa dan negara," kata Gus Yahya.
Saat ditanya Naobuharo Ono, kata Gus Yahya, "Kiai Hasyim dengan tanpa ragu-ragu menjawab Insinyur Soekarno. Padahal putranya sendiri ini (KH Wahid Yasyim) tokoh utama. Kenapa ndak disebut ya kalau bisa Wahid Hasyim. Beliau dengan tanpa ragu menyebut insinyur Soekarno".
Baca juga: Kiai Said Aqil Siroj Minta Warga NU Harus Tentukan Pilihan Politik di Pemilu 2024
Ketegasan Hadratusyech ini, murni karena melihat yang terbaik untuk memimpin Indonesia pada waktu itu adalah Ir Soekarno.
"Maka NU harus selalu berfikir tentang apa yang terbaik di bangsa dan negara ini bukan untuk NU sendiri. Kita tidak peduli dari mana asalnya yang penting yang terbaik untuk bangsa dan negara," kata Gus Yahya.
(abd)
Lihat Juga :