Kisah Yulia Maria Menolong Ibu Melahirkan di Pesawat
Kamis, 06 Juli 2023 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
"Saya ingat kalau itu bidannya itu ngomong kalau bayi baru lahir itu segera dipotong pusarnya biar nggak keracunan, juga selamet juga untuk ibunya,” ungkapnya.
Untuk itu, kata Yulia, ia harus segera bertindak. Kemudian dia mencari penjepit yang bisa digunakan untuk menjepit tali pusar. Pramugari membawakan kotak P3K yang masih tersegel. Di dalamnya ada sarung tangan, gunting, dan selotip. Dia mengenakan sarung tangan dan menjadikan selotip sebagai tali untuk menjepit dua sisi tali pusar sebelum digunting.
"Sama ibu itu kita potong sambil berdoalah pokoknya, ya kita bukan ini medis ya, kita potong. Alhamdulillah enggak terjadi apa-apa,” ucapnya.
Yulia menceritakan bahwa ia sempat ingin mengeluarkan ari-arinya, tapi karena sulit dan ia tidak tahu caranya. Akhirnya ia membiarkan ari-ari itu. Ia pun sempat menanyakan apakah ibu melahirkan tersebut bisa bernapas. Sang ibu menjawab bisa. Lalu dia membersihkan bayi dengan menggunakan mukena yang disediakan pramugari dan membungkus bayinya, karena tidak ada selimut tersedia.
Saat bayi sempat berhenti menangis, ia sempat panik lalu menepuk bayinya agar kembali menangis. Ternyata bayi itu kedinginan. Dia meminta pramugari menurunkan suhu pesawat meskipun tetap dingin. Lalu ia menggendong bayi keluar tirai, semua penumpang bertepuk tangan gembira seperti menyambut anggota keluarga baru.
"Langsung alhamdulillah gitu. Kayak satu keluarga itu bergembira menunggu kelahiran seorang keluarganya gitu dan sibuk sekali begitu, kayak nggak percaya gimana ya," ungkap Yulia.
Untuk itu, kata Yulia, ia harus segera bertindak. Kemudian dia mencari penjepit yang bisa digunakan untuk menjepit tali pusar. Pramugari membawakan kotak P3K yang masih tersegel. Di dalamnya ada sarung tangan, gunting, dan selotip. Dia mengenakan sarung tangan dan menjadikan selotip sebagai tali untuk menjepit dua sisi tali pusar sebelum digunting.
"Sama ibu itu kita potong sambil berdoalah pokoknya, ya kita bukan ini medis ya, kita potong. Alhamdulillah enggak terjadi apa-apa,” ucapnya.
Yulia menceritakan bahwa ia sempat ingin mengeluarkan ari-arinya, tapi karena sulit dan ia tidak tahu caranya. Akhirnya ia membiarkan ari-ari itu. Ia pun sempat menanyakan apakah ibu melahirkan tersebut bisa bernapas. Sang ibu menjawab bisa. Lalu dia membersihkan bayi dengan menggunakan mukena yang disediakan pramugari dan membungkus bayinya, karena tidak ada selimut tersedia.
Saat bayi sempat berhenti menangis, ia sempat panik lalu menepuk bayinya agar kembali menangis. Ternyata bayi itu kedinginan. Dia meminta pramugari menurunkan suhu pesawat meskipun tetap dingin. Lalu ia menggendong bayi keluar tirai, semua penumpang bertepuk tangan gembira seperti menyambut anggota keluarga baru.
"Langsung alhamdulillah gitu. Kayak satu keluarga itu bergembira menunggu kelahiran seorang keluarganya gitu dan sibuk sekali begitu, kayak nggak percaya gimana ya," ungkap Yulia.
Lihat Juga :