Soal Sosok Cawapres, Ganjar Pranowo: Masih Terbuka, Semua Punya Peluang yang Sama
Rabu, 05 Juli 2023 - 12:43 WIB
loading...
Bakal calon presiden (Bacapres) PDIP Ganjar Pranowo saat ditemui di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2023). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Bakal Calon Presiden (Bacapres) PDIP Ganjar Pranowo mengaku tak mengusulkan nama pendampingnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 meski pengumuman bacawapres diumumkan pada September 2023.
Bacapres PDIP yang juga didukung oleh Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu menuturkan proses penggodokan masih dilakukan. Atas dasar itu, kata Ganjar, pihaknya masih menampung usulan nama bacawapresnya.
Baca juga: Ringankan Beban Warga, Ganjar Gratiskan Biaya Air Bersih
"Ini masih terbuka. Ya kalau nama biarin saja, semua muncul dulu, semua punya peluang yang sama," ujar Ganjar saat ditemui di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2023).
Sebelumnya, penentuan bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 akan dilakukan antara Juli-September 2023. Hal ini dikatakan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto menjelaskan bakal cawapres untuk Ganjar sangat dipertimbangkan dengan matang serta hati-hati oleh PDIP, khususnya oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Bulan Juli, Agustus, akan menjadi momentum penggodokan dan kemudian akan dicari perpaduan terbaik, tetapi juga melihat aspek-aspek elektoral. Sehingga kesatupaduan dwitunggal kepemimpinan Pak Ganjar dengan wakilnya nanti yang akan mendampingi dipastikan mendapatkan dukungan terbesar dari rakyat Indonesia sehingga dapat memenangkan Pemilu," terang Hasto melalui keterangannya, Selasa (4/7/2023).
Hasto menjelaskan pada rentang Juli-Agustus dilakukan pematangan terhadap calon-calon yang ada, lalu pada September diserahkan kepada Megawati untuk mengumumkan cawapres pendamping Ganjar.
Baca juga: Berhasil Turunkan Stunting, Istri Ganjar Pranowo Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana
"Jadi Juli, Agustus, bulan-bulan penggodokan pematangan, kemudian September, tentu saja ini kewenangan dari Ibu Ketua Umum mengumumkan calon dari wakil presiden yang tentu saja setelah berkoordinasi dengan seluruh ketua umum partai politik yang mengusung Ganjar dan juga dengan Bapak Presiden Jokowi," terang Hasto.
"Jadi kita tunggu momentum yang tepat," tutup Hasto.
Bacapres PDIP yang juga didukung oleh Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu menuturkan proses penggodokan masih dilakukan. Atas dasar itu, kata Ganjar, pihaknya masih menampung usulan nama bacawapresnya.
Baca juga: Ringankan Beban Warga, Ganjar Gratiskan Biaya Air Bersih
"Ini masih terbuka. Ya kalau nama biarin saja, semua muncul dulu, semua punya peluang yang sama," ujar Ganjar saat ditemui di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2023).
Sebelumnya, penentuan bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 akan dilakukan antara Juli-September 2023. Hal ini dikatakan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto menjelaskan bakal cawapres untuk Ganjar sangat dipertimbangkan dengan matang serta hati-hati oleh PDIP, khususnya oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Bulan Juli, Agustus, akan menjadi momentum penggodokan dan kemudian akan dicari perpaduan terbaik, tetapi juga melihat aspek-aspek elektoral. Sehingga kesatupaduan dwitunggal kepemimpinan Pak Ganjar dengan wakilnya nanti yang akan mendampingi dipastikan mendapatkan dukungan terbesar dari rakyat Indonesia sehingga dapat memenangkan Pemilu," terang Hasto melalui keterangannya, Selasa (4/7/2023).
Hasto menjelaskan pada rentang Juli-Agustus dilakukan pematangan terhadap calon-calon yang ada, lalu pada September diserahkan kepada Megawati untuk mengumumkan cawapres pendamping Ganjar.
Baca juga: Berhasil Turunkan Stunting, Istri Ganjar Pranowo Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana
"Jadi Juli, Agustus, bulan-bulan penggodokan pematangan, kemudian September, tentu saja ini kewenangan dari Ibu Ketua Umum mengumumkan calon dari wakil presiden yang tentu saja setelah berkoordinasi dengan seluruh ketua umum partai politik yang mengusung Ganjar dan juga dengan Bapak Presiden Jokowi," terang Hasto.
"Jadi kita tunggu momentum yang tepat," tutup Hasto.
(kri)
Lihat Juga :