Istana Batasi Tamu Setelah Wakil Wali Kota Solo Positif Covid-19
Sabtu, 25 Juli 2020 - 07:07 WIB
loading...
Presiden Jokowi saat menerima pimpinan MPR beberapa waktu lalu di Istana Bogor. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Istana Kepresidenan berkeputusan mengurangi jumlah orang yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Langkah ini diputuskan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona (Covid-19) . Kendati demikian, kebijakan tersebut tidak akan mengurangi intensitas kerja Presiden.
Pengurangan tamu Presiden ini merupakan respons atas laporan Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo yang dinyatakan positif Covid-19 . Padahal, pekan lalu Purnomo bertamu ke Istana untuk bertemu Presiden Jokowi.
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menjelaskan, selama pandemi korona jumlah orang yang bertatap muka dengan Presiden Jokowi sebenarnya sudah dikurangi. Namun, dengan ada kasus tersebut jumlahnya akan kurangi lagi. (Baca: Wakil wali Kota Solo Achmad Purnomo Positif Covid-19)
”Contohnya setiap bertemu dengan warga. Tadi sore, misalnya, pukul 3.00 di Bogor ada 30 (orang), mungkin akan kami pikirkan kami kurangi jadi 20 orang. Dengan jarak yang mungkin agak lebih jauh lagi,” ujarnya kemarin.
Heru memastikan selama masa pandemi Istana menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menerima tamu. Protokol dimaksud mulai dari keharusan rapid test, menggunakan masker, dan jaga jarak. Selain itu, Istana melakukan sterilisasi ruangan. Sebelum digunakan Presiden Jokowi, ruangan tidak boleh digunakan dan disterilkan dengan sinar ultraviolet.
Pengurangan tamu Presiden ini merupakan respons atas laporan Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo yang dinyatakan positif Covid-19 . Padahal, pekan lalu Purnomo bertamu ke Istana untuk bertemu Presiden Jokowi.
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menjelaskan, selama pandemi korona jumlah orang yang bertatap muka dengan Presiden Jokowi sebenarnya sudah dikurangi. Namun, dengan ada kasus tersebut jumlahnya akan kurangi lagi. (Baca: Wakil wali Kota Solo Achmad Purnomo Positif Covid-19)
”Contohnya setiap bertemu dengan warga. Tadi sore, misalnya, pukul 3.00 di Bogor ada 30 (orang), mungkin akan kami pikirkan kami kurangi jadi 20 orang. Dengan jarak yang mungkin agak lebih jauh lagi,” ujarnya kemarin.
Heru memastikan selama masa pandemi Istana menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menerima tamu. Protokol dimaksud mulai dari keharusan rapid test, menggunakan masker, dan jaga jarak. Selain itu, Istana melakukan sterilisasi ruangan. Sebelum digunakan Presiden Jokowi, ruangan tidak boleh digunakan dan disterilkan dengan sinar ultraviolet.
Lihat Juga :