Menguji Tuah Duet Airlangga-Zulhas di Pasar Bursa Pilpres 2024

Minggu, 28 Mei 2023 - 06:23 WIB
loading...
Menguji Tuah Duet Airlangga-Zulhas...
Muncul wacana duet Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Muncul wacana duet Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ( Zulhas ) sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024. Keduanya melakukan pertemuan di Amerika Serikat pada Kamis, 25 Mei 2023.

Pertemuan Ketua Umum Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) itu berlangsung setelah pertemuan tingkat menteri APEC di McNamara Airport, Detroit. “Kami memang sejak lama bersama-sama kuat dan yang paling penting punya tiket,” kata Airlangga di McNamara Airport, Detroit, Amerika Serikat, Kamis (25/5/2023).

“Kami sejak awal di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu, red). Komunikasi sangat baik dan guyub,” sambungnya.

Menguji Tuah Duet Airlangga-Zulhas di Pasar Bursa Pilpres 2024

Foto/Istimewa

Baca juga: Duet Airlangga-Zulhas Dinilai Realistis, Golkar dan PAN Penuhi Presidential Threshold




Airlangga melempar senyuman ketika ditanya soal kemungkinan berpasangan dengan Zulhas pada Pilpres 2024. “Saya dan Pak Zul punya hubungan yang sangat baik. Kami sering komunikasi, bertukar pikiran, mencari solusi terbaik untuk berbagai persoalan bangsa ini. Di kabinet, saat ini kami sama-sama di bidang ekonomi,” ujar Airlangga.

Menguji Tuah Duet Airlangga-Zulhas di Pasar Bursa Pilpres 2024


Hal senada dikatakan oleh Zulhas. Dia menuturkan kecocokannya selama ini bekerja sama dengan Airlangga. “Hubungan kami berdua sangat panjang dan dekat. Chemistry-nya selalu positif dan saling menguatkan dalam kerja, baik politik maupun pemerintahan,” ujar Zulhas.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menilai pasangan itu sebagai salah satu opsi yang sedang digodok matang partainya, karena mendorong kader terbaik partai merupakan sesuatu yang rasional. “Salah satu yang sedang kami pertimbangkan serius. Kader partai tentu membawa coat-tail effect yang kuat baik untuk Golkar dan PAN,” kata Yandri.

Menguji Tuah Duet Airlangga-Zulhas di Pasar Bursa Pilpres 2024


Baca juga: Opsi Duet Airlangga-Zulhas, Golkar: Kalau Bisa 4 Pasang, Kenapa Tidak?

Golkar pun menyambut baik langkah PAN tersebut. "Terima kasih kepada PAN yang telah memunculkan nama Pak Airlangga Hartarto sebagai capres dan juga Pak Zulhas sebagai cawapresnya," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (25/5/2023).

Usulan PAN soal duet Airlangga-Zulhas itu pun direspons Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Soebagyo. Firman mengatakan, berbagai simulasi capres-cawapres masih dilakukan oleh partai politik.

"Ya itu simulasi-simulasi dilakukan oleh partai politik. Segala sesuatu kan begini, dalam konstitusi kita itu jelas warga negara itu punya hak dipilih dan memilih, punya hak dicalonkan dan mencalonkan, warga negara punya hak untuk itu," kata Firman.

Firman menuturkan, partai politik sebagai pilar demokrasi punya hak untuk mencalonkan siapa pun, tentu parpol lebih ingin mencalonkan pimpinannya. “Kalau seandainya pemilu nanti tidak hanya dua pasangan, kalau bisa empat pasangan, kenapa tidak? Kan lebih bagus," ujarnya.

Lalu bagaimana kans duet Airlangga-Zulhas di Pilpres 2024?

Golkar dan PAN sudah memenuhi ambang batas presiden tanpa Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketiga partai politik (parpol) itu tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), koalisi Pilpres 2024 yang paling awal terbentuk.

Memenuhi Syarat Presidential Threshold


Gabungan Partai Golkar dan PAN sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden alias presidential threshold. Total gabungan jumlah kursi kedua parpol ini adalah 129 kursi atau 22,43 persen jumlah total kursi di parlemen.

Partai Golkar saat ini memiliki total kursi parlemen 85 atau sebesar 14,78 persen. Sedangkan, PAN memiliki 44 kursi atau 7,65 persen jumlah total kursi di parlemen.

“Dari segi kecukupan jumlah kursi DPR untuk mengajukan pasangan calon (paslon) pilpres, Golkar dan PAN memenuhi syarat. Jadi, kedua partai dari Airlangga Hartarto dan Zulhas bisa mengajukan keduanya sebagai paslon capres-cawapres,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan kepada SINDOnews, Sabtu (27/5/2023).

Namun, dirinya tidak yakin duet Airlangga-Zulhas bisa menang pada Pilpres 2024 jika dilihat dari elektabilitas kedua ketua umum partai politik pendukung Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin ini. “Bahkan sangat sulit untuk masuk ke putaran kedua, kalau pilpres diikuti tiga atau empat paslon,” tuturnya.

Kendati demikian, dia menilai masuk akal jika tujuan Airlangga-Zulhas maju bertarung di Pilpres 2024 untuk memperkuat posisi partai masing-masing dalam pemilu legislatif. “Pemilih Golkar dan PAN akan lebih terkonsolidasi kalau keduanya maju sebagai paslon capres-cawapres, sehingga Golkar dan PAN akan dapat memperoleh efek positif dari masifnya kampanye pilpres dari paslon yang mereka usung,” imbuhnya.

Dia berpendapat, dengan menjadi capres-cawapres, maka mesin dan tokoh-tokoh nasional maupun lokal Golkar dan PAN akan lebih mudah bergerak secara masif, sehingga dapat diharapkan meningkatkan suara partai di pemilu legislatif. “Ini lebih baik untuk partai daripada keduanya hanya ikut koalisi yang sudah ada tanpa mencalonkan wapres apalagi presiden,” pungkasnya.

Duet Airlangga-Zulhas Dinilai Cuma Bargaining Position


Pendapat berbeda disampaikan oleh Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (Sudra) Fadhli Harahab. Dia menilai wacana duet Airlangga-Zulhas cuma sekadar bargaining position (posisi tawar).

“Cuma bargaining position saja. Parpol yang tergabung dalam KIB saat ini sedang galau pasca PPP resmi dukung Ganjar Pranowo. Golkar dan PAN sedang memposisikan diri sebagai parpol yang punya daya jual besar ke koalisi yang sudah ada tentunya tawarannya bukan yang kecil-kecil, kemungkinan Wapres,” kata Fadhli Harahab kepada SINDOnews.

Sebab, kata dia, Golkar sedang melakukan penjajakan dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Sedangkan PAN, dia melihat partai berlambang matahari itu sedang giat-giatnya menawarkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai Wapres.

“Kedua, peluang untuk membentuk koalisi baru tentu ada, jika memenuhi ambang batas presidential threshold minimal 20 persen, dan gabungan parpol ini saya kira cukup. Tetapi apakah hanya sekadar untuk membentuk koalisi saja? Kan tidak,” ucapnya.

Dia menilai Golkar dan PAN perlu menyiapkan siapa capres dan cawapres potensial menang Pilpres 2024. “Kalau saat ini capresnya Pak Airlangga dan Wapresnya Pak Zul, sangat sulit ikut bersaing dengan kandidat lain. Elektabilitasnya masih jauh dibandingkan Prabowo Subianto dan Ganjar. Sehingga saya menilai sulit untuk terbentuk koalisi baru lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Analis Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai peluang duet Airlangga-Zulhas masih 50:50 karena keduanya sama-sama ketua umum parpol dan tergabung dalam sebuah koalisi. Namun, dia menilai Pilpres 2024 bisa makin meriah jika duet Airlangga-Zulhas terealisasi karena banyak pilihan bagi masyarakat.

“Keuntungan buat rakyat semakin banyak calon pemimpin yang dipilih dan itu salah satu faktor penting bagi demokrasi, semakin optimal kita bisa memilih kalau calon-calonnya tersedia banyak,” kata Kunto.

Dia juga menilai elektabilitas kedua figur tersebut relatif. Dia memberikan contoh, tidak banyak masyarakat yang mengetahui Airlangga sangat konsen terhadap isu perubahan iklim.

“Kalau itu dikomunikasikan dengan benar, bukan tidak mungkin Pak Airlangga bisa dapat ceruk suara dari anak-anak muda atau mereka yang konsen terhadap perubahan iklim, ini potensi yang menurut saya juga lumayan besar bagi pasangan Airlangga-Zulhas,” ungkapnya.

Dia berpendapat, kedua figur tersebut harus kerja sangat keras untuk mendongkrak elektabilitas masing-masing. Kemudian, dia menilai mereka harus berhadapan dengan elite-elite politik

Dia yakin PPP berusaha meninggalkan KIB untuk konsisten dalam koalisi bersama PDIP mendukung Ganjar. “Semakin tidak bisa ditebak lagi konstelasi elite bagi rakyat yang sebenarnya lebih menunggu bukan hanya orang, tapi platform dari koalisi parpol dan capres dan cawapres,” jelasnya.

Dia melihat sampai sekarang belum ada komunikasi politik yang bagus dari bakal capres dan cawapres maupun koalisi partai. “Untuk platformnya mau ngapain gitu kan, kita kan tidak hanya memilih orangnya, tapi milih ide, gagasan, platform, dan program-program ke depan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Viral Lagu MBG Mas Bahlil...
Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Adi Prayitno: Suka Tidak Suka, Ini Menguntungkan Golkar
Golkar Sebut Pemilu...
Golkar Sebut Pemilu 2029 Bisa Gunakan Sistem e-Voting asal Prasyarat Ini Dipenuhi
Dorongan Daerah Menguat,...
Dorongan Daerah Menguat, La Ode Jadi Calon Pertama yang Daftar Caketum Kosgoro 1957
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved