Profil Letjen TNI (Purn) Tri Soewandono, Lulusan AKABRI 1986 Penerima Bintang Dharma
Sabtu, 20 Mei 2023 - 04:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pangdam: Prajurit Infanteri Tak Dapat Dipisahkan dari Rakyat
Dilansir dari laman resmi TNI Angkatan Udara (AU), penyematan tanda kehormatan Bintang Dharma tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33/TK/Tahun 2020 tanggal 6 Mei 2020 tentang penganugerahan tanda kehormatan kepada anggota TNI yang telah menyumbangkan jasa dan bakti untuk bangsa dan negara melampaui panggilan kewajiban tugas militer dan juga kepada individu non-TNI sebagai penghargaan atas jasa-jasa luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI.
Nah, Tri Soewandono saat ini merupakan seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD). Jabatan terakhir pria kelahiran 21 Desember 1963, Surabaya, Jawa Timur ini adalah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Dia dilantik sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan oleh Menko Polhukam saat itu Wiranto pada Rabu, 18 September 2019. Ketika menjabat Sekretaris Kemenko Polhukam, Tri Soewandono termasuk dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap peristiwa kekerasan dan penembakan yang menyebabkan empat orang tewas di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Baca juga: Ke Bogor, Pangdam Silaturahmi dengan Ulama
TGPF ini dibentuk Menko Polhukam Mahfud MD berdasarkan Keputusan Menko Polhukam Nomor 83 Tahun 2020 tentang Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kekerasan dan Penembakan di Kabupaten Intan Jaya. Jabatan Tri Soewandono sebagai Sekretaris Kemenko Polhukam digantikan oleh Mayjen TNI Mulyo Aji yang dilantik di Ruang Parikesit, Kantor Kemenko Polhukam, Rabu, 12 Januari 2022.
Sebelum menjabat Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Tri Soewandono dipercaya sebagai Panglima Kodam III Siliwangi ketika masih berpangkat bintang 2 alias Mayor Jenderal (Mayjen). Sebelumnya lagi, Tri pernah menjabat sebagai Danpussenif Kodiklatad.
Dilansir dari laman resmi TNI Angkatan Udara (AU), penyematan tanda kehormatan Bintang Dharma tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33/TK/Tahun 2020 tanggal 6 Mei 2020 tentang penganugerahan tanda kehormatan kepada anggota TNI yang telah menyumbangkan jasa dan bakti untuk bangsa dan negara melampaui panggilan kewajiban tugas militer dan juga kepada individu non-TNI sebagai penghargaan atas jasa-jasa luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI.
Nah, Tri Soewandono saat ini merupakan seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD). Jabatan terakhir pria kelahiran 21 Desember 1963, Surabaya, Jawa Timur ini adalah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Dia dilantik sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan oleh Menko Polhukam saat itu Wiranto pada Rabu, 18 September 2019. Ketika menjabat Sekretaris Kemenko Polhukam, Tri Soewandono termasuk dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap peristiwa kekerasan dan penembakan yang menyebabkan empat orang tewas di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Baca juga: Ke Bogor, Pangdam Silaturahmi dengan Ulama
TGPF ini dibentuk Menko Polhukam Mahfud MD berdasarkan Keputusan Menko Polhukam Nomor 83 Tahun 2020 tentang Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kekerasan dan Penembakan di Kabupaten Intan Jaya. Jabatan Tri Soewandono sebagai Sekretaris Kemenko Polhukam digantikan oleh Mayjen TNI Mulyo Aji yang dilantik di Ruang Parikesit, Kantor Kemenko Polhukam, Rabu, 12 Januari 2022.
Sebelum menjabat Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Tri Soewandono dipercaya sebagai Panglima Kodam III Siliwangi ketika masih berpangkat bintang 2 alias Mayor Jenderal (Mayjen). Sebelumnya lagi, Tri pernah menjabat sebagai Danpussenif Kodiklatad.
Lihat Juga :