Banser Minta Tak Ada Adu Domba Penentang dan Pendukung Timnas Israel

Minggu, 09 April 2023 - 14:28 WIB
loading...
Banser Minta Tak Ada...
Kasatkornas Banser Hasan Basri Sagala. FOTO/DOK.ANSOR
A A A
JAKARTA - Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 terus menjadi polemik di masyarakat. Polemik berkepanjangan muncul antara kubu pendukung dan penolak Timnas Israel bermain di Indonesia.

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Hasan Basri Sagala menilai polemik antara pendukung dan penolak Timnas Israel adalah hal yang wajar. Namun dia menyesalkan pernyataan mantan Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam beberapa hari terakhir yang cenderung memanaskan situasi terkait batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Menurut Hasan Basri, pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah adalah menjadi kewenangan penuh FIFA.

"Pembatalan itu murni keputusan FIFA, jadi bukan karena Presiden RI atau PSSI setelah mendapat tekanan sana sini," ujar Hasan Basri di Jakarta, Minggu (9/4/2023).

Baca juga: Polemik Piala Dunia U-20, Jokowi: Pusing Saya Dua Minggu Ini Gara-gara Bola

Penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20, kata Hasan, adalah hal yang wajar dalam praktik demokrasi dan patut dihormati. Sebagaimana diketahui, gelombang penolakan itu cukup besar datang dari berbagai kalangan dan kelompok.

Bahkan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan Islam banyak yang menentang rencana kedatangan Timnas Israel. Suara penolakan juga cukup lantang datang dari berbagai partai politik. Sikap sejumlah tokoh ormas, partai atau kelompok ini harus dihormati karena jelas-jelas dijamin oleh konstitusi.

Demikian juga, pihak-pihak yang mendukung Timnas Israel berlaga di Indonesia tentu memiliki alasan rasional dengan pertimbangan politik, ekonomi, budaya dan banyak hal lainnya. Dalam konteks demokrasi, perbedaan itu justru sebuah aspek yang positif dan konstruktif untuk kemudian dicarikan titik temu seperti melalui jalur dialog.

"Jadi jelas sekali tidak ada yang menekan Presiden, tokoh atau kelompok-kelompok itu menyampaikan haknya untuk menyampaikan pendapat. Apakah menurut Pak JK semua kelompok itu tidak berhak bersuara? Pak JK seperti terkesan mengadu domba pihak-pihak yang tidak setuju kehadiran tim Israel dengan pemerintah atau kelompok pendukung," ujar Hasan.

Di tengah polemik pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20, kata Hasan Basri, semua pihak semestinya mengedepankan sikap kenegerawanan. Sikap ini menjunjung tinggi akan perbedaan pendapat atau pandangan sebagai bagian ikhtiar mengokohkan persatuan bangsa.

"Mereka yang menolak kehadiran Timnas Israel juga memiliki dasar kuat yakni berdasarkan fakta historis, konstitusi UUD 45, Permenlu No 2/2019, alasan dukungan kemanusiaan terhadap kekerasan tentara pendudukan Israel, dan keadilan perlakuan oleh FIFA. Para pendukung Timnas Israel pun juga memiliki dalih yang tak kalah kuatnya. Semuanya legitimate sebagai alasan menolak atau mendukung," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yaqut Ditahan KPK,...
Gus Yaqut Ditahan KPK, Massa Banser Bakar Kaus
Gus Yaqut Diperiksa...
Gus Yaqut Diperiksa KPK, Massa Banser Datangi Gedung Merah Putih
Kapolri Ajak GP Ansor-Banser...
Kapolri Ajak GP Ansor-Banser Perkuat Sinergi dan Sukseskan Program Pemerintah
10.000 Banser Amankan...
10.000 Banser Amankan Nataru, Gemakan Teladan Kemanusiaan
Apresiasi Densus 88...
Apresiasi Densus 88 Polri, Densus 99 Banser Dorong Kolaborasi dengan Ormas Moderat
Densus 99 Banser Desak...
Densus 99 Banser Desak Pengusutan Dugaan Dana Bansos Mengalir ke Terorisme
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
Ketum GP Ansor Canangkan...
Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
Utusan Khusus Presiden...
Utusan Khusus Presiden Trump Usul Timnas Iran Dicoret dari Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved