Moeldoko Ogah Dikaitkan Upaya PK, Demokrat: Bukan Sikap Kesatria

Minggu, 09 April 2023 - 07:05 WIB
loading...
Moeldoko Ogah Dikaitkan...
Demokrat menilai sikap Moeldoko yang mengaku tak tahu menahu soal PK atas putusan KLB Deliserdang tidak kesatria. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sikap Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang tak mengakui bertanggung jawab soal peninjauan kembali putusan kasasi atas Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang dikritik Partai Demokrat. Moeldoko dinilai tidak bersikap kesatria.

"Terkait upaya begal politik yang dilakukan KSP Moeldoko melalui PK namun menyangkalnya yang menyatakan ora ngerti aku, ora ngerti. Terserah saja, semakin menegaskan jatidiri KSP Moeldoko yang sebenarnya jauh dari sifat kesatria alias pengecut," ujar Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani, Minggu (9/4/2023).

Menurut Kamhar, sangat aneh seseorang yang tidak pernah menjadi kader ataupun pengurus Partai Demokrat namun hendak mengambil alih secara paksa sebuah partai politik.

Baca juga: AHY Sebut PK Moeldoko Upaya Gagalkan Pencapresan Anies Baswedan

"Terus menerus melakukan upaya pengambilalihan Partai Demokrat padahal sama sekali tak punya hak bahkan tak pernah menjadi Anggota Partai Demokrat adalah tindakan yang bertentangan dengan akal sehat yang menjadi cerminan karakter sekaligus perbuatan KSP Moeldoko yang tercela," ucap Kamhar.

Kamhar mengungkapkan kubu Moeldoko sudah 16 kali langkah hukum ditempuh KSP Moeldoko dan gerombolannya namun selalu ditolak, mulai Kemenkumham, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Pengadilan Tinggi Jakarta, PTUN Jakarta, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN), permohonan judicial review, sampai Mahkamah Agung.

"Upaya begal politik yang dilakukan secara terus menerus ini memantaskan KSP Moeldoko disematkan predikat sebagai ‘bromocorah demokrasi’," tegasnya.

Lebih lanjut Kamhar menilai tidak tegasnya Presiden Joko Widodo terhadap Moeldoko sebagai pembantu terdekatnya membuat dugaan bahwa ini dilakukan atas restu istana menjadi wajar.

"Sebagai bagian dari operasi politik pelemahan oposisi, penggagalan pencapresan Mas Anies, termasuk juga skenario penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden yang hingga kini masih terus mencari jalan," terang Kamhar.

Dia mengatakan secara jelas dan jernih bisa ditegaskan operasi pembegalan ini tak hanya ancaman bagi Partai Demokrat saja, naun juga terhadap demokrasi yang menjadi amanah reformasi.

"Karenanya kami mengajak seluruh aktivis, elemen civil society dan penggiat demokrasi lainnya dan masyarakat secara umum untuk melakukan kontrol demokrasi atas perkara ini. Jika proses hukumnya berjalan profesional dan independen, bisa dipastikan hasil putusannya akan sama dengan yang sudah-sudah," pungkasnya.



Diketahui, Senin (3/4/2023), Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan Moeldoko berupaya untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap kepengurusan DPP Partai Demokrat.

Menanggapi hal tersebut, Moeldoko mengaku tidak tahu-menahu soal upaya peninjauan kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi yang diajukan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Ora ngerti (tidak tahu) aku urusannya," ujar Moeldoko di Gedung Krida Bakti Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2023) lalu.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Arkeolog Pecahkan Misteri...
Arkeolog Pecahkan Misteri Kutukan Firaun, Ternyata Bukan Sihir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved