DPR Minta Pemerintah Kendalikan Inflasi Jelang Idul Fitri

Selasa, 04 April 2023 - 20:37 WIB
loading...
DPR Minta Pemerintah...
Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi meminta pemerintah mengendalikan potensi inflansi menjelang Perayaan Idul Fitri 2023/1444 Hijriah. FOTO/DOK.DPR
A A A
JAKARTA - DPR meminta pemerintah mengendalikan potensi inflansi menjelang Perayaan Idul Fitri 2023/1444 Hijriah. Jangan sampai tingginya inflansi menggerus daya beli masyarakat saat Lebaran.

"Kenaikan inflansi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri merupakan kejadian yang terus berulang. Karena itu, perlu langkah antisipasi, jangan sampai tingginya inflansi akan mengerus daya beli masyarakat terutama mereka para kelompok rentan," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi, Selasa (4/4/2023).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik pada Februari lalu angka inflansi sudah berada di angka 5,7%. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 7,23%.

Baca juga: BPS Catat Inflasi Maret 2023 Tembus 4,97%, Ini Penyebabnya

"Dengan tingginya permintaan barang pokok selama Ramadan dan Idul Fitri maka bisa kita asumsikan akan terjadi kenaikan inflansi selama Maret dan April nanti," katanya.

Kenaikan inflansi ini, kata Fathan, bisa dipastikan akan menaikan kenaikan harga bahan pokok. Situasi ini bisa berdampak besar bagi kelompok-kelompok rentan.

"Inflansi tinggi bisa memicu kenaikan harga kebutuhan pokok juga harga barang lainnya. Situasi ini harus benar-benar diantisipasi karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya kembali setelah lebih dari dua tahun dihantam pandemi," ujarnya.

Saat ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasi anggaran Rp8,2 triliun untuk perlindungan sosial sebagai upaya mengendalikan inflansi. Di antaranya berupa bantuan beras 10 Kg kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan paket protein ayam dan telur kepada 1,4 juta KPM dengan balita stunting.

"Kami berharap bantuan ini benar-benar diawasi agar sampai kepada mereka yang berhak. Dengan demikian kelompok rentan ini bisa terlindungi dari dampak inflansi," katanya.

Politikus PKB ini berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantalan sosial bagi mereka yang terdampak kenaikan inflansi. Menurutnya, pemerintah juga harus melakukan langkah-langkah taktis agar inflansi terkendali.

"Kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian Keuanga, Bank Indonesia, hingga OJK (Otoritas Jasa Keuangan) harus melakukan langkah taktis baik di bidang fiscal maupun monoter agar inflansi bisa terkendali. Selain itu pemerintah juga bisa memastikan keterjangkuan harga bahan pokok dengan operasi pasar, mengawasi kelancaran rantai pasok, hingga memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok," katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memastikan pemerintah menjamin pasokan kebutuhan daging saat Ramadan hingga menjelang Lebaran.

"Kalau soal mengenai kebutuhan barang, daging, kebutuhan Ramadan, sebenarnya pemerintah sudah antisipasi termasuk untuk penyiapan daging impor kalau memang diduga memang akan mengalami kekurangan," kata Wapres dalam keterangan resminya, Selasa (4/4/2023).

Wapres kembali menegaskan kebutuhan daging dalam negeri cukup, sehingga tidak perlu impor. Namun, jika kurang, maka langkah untuk mengantisipasinya adalah dengan impor.

"Jadi kalau kebutuhan dalam negeri cukup sebenarnya tidak perlu impor, tapi karena memang kurang maka pemerintah sudah mengantisipasi itu, baik untuk sapi bahkan juga untuk kerbau, sudah juga disiapkan. Saya kira pemerintah sudah menjamin menyiapkan antisipasinya," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi XI...
Wakil Ketua Komisi XI Pertanyakan Alasan Gubernur BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Ada Pengamat Beras, tapi Background-nya Bukan di Situ
Kang Cucun Anggap Sekolah...
Kang Cucun Anggap Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir
Inflasi Kota Semarang...
Inflasi Kota Semarang Maret 2026 Terkendali di Tengah Tekanan Idul Fitri
Eskalasi Subsidi dan...
Eskalasi Subsidi dan Inflasi
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved