Masa Jabatan Tersisa Setahun, Masihkah Jokowi Perlu Reshuffle Kabinet?

Rabu, 15 Maret 2023 - 07:28 WIB
loading...
Masa Jabatan Tersisa...
Reshuffle kabinet dianggap tidak lagi relevan lantaran kepercayaan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi sudah 60-70 persen. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan mundur. Presiden Jokowi menunjuk Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagai pelaksana tugas menpora.

Selain pos menpora, sejumlah posisi wakil menteri (wamen) kosong. Dengan waktu jabatan yang tersisa hingga Oktober 2024, masihkah Jokowi membutukan reshuffle kabinet? Hal ini menjadi hal yang sulit ditebak.

"Kalau Presiden Jokowi ini sebetulnya sulit ditebak langkah politiknya. Hanya Jokowi yang tahu. Misalnya kalau bising atau menekan atau ada yang intervensi atau mendesak desak, enggak bakal terjadi reshuffle, begitu faktanya. Kita kena prank semua kemarin. Sudah dipanggil ke Istana, reshuffle Rabu Pon ternyata enggak terjadi," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, Rabu (15/3/2023).

Baca juga: Reshuffle untuk Partai dan Pengusaha?

Sebaliknya Pangi memprediksi reshuffle justru terjadi bila Jokowi merasa tidak ada tekanan, intervensi, dan kehebohan di media massa. "Malah justru ada potensi terjadi reshuffle, tidak diduga duga, tidak ada intervensi atau tekan menekan, malah faktanya terjadi reshuffle," ujarnya.

Dosen Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah ini melihat, reshuffle sebetulnya sudah tidak relevan. Apa gunanya reshuffle dengan sisa waktu sekitar 1 tahun lebih? Menteri baru bisa berbuat apa? Apalagi, tidak ada jaminan menteri baru akan bisa beradaptasi dengan cepat.

"Bukannya lebih baik, justru makin buruk karena harus memulai dari nol lagi, harus improvisasi lagi. Jelas merusak iklim bekerja di kementerian tersebut karena merasa lebih tahu lebih paham. Padahal, boleh jadi dia kelinci percobaan," terangnya.

Reshuffle juga tidak lagi relevan lantaran kepercayaan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi sudah 60-70 persen. Pencapaian itu punya korelasi linear terhadap kinerja. Tetapi ia tak yakin reshuffle beririsan dengan irisan kinerja.

Sepanjang yang diketahuinya, reshuffle berbasiskan letupan sharing power atau DNA politik bukan reshuffle berbasiskan pada kinerja menteri.



"Maka sepanjang itu pula reshuffle tidak ada plusnya, justru lebih banyak konsekuensi negatif atau minusnya, reshuffle berkali kali, namun bisa merusak citra dan wibawa presiden itu sendiri, reshuffle sudah mulai kehilangan arah, intensitasnya bukan perbaikan pada kinerja tapi bagi bagi kue kekuasaan menjelang langser presiden Jokowi pada periode kedua," tandas Pangi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku telah menerima surat pengunduran diri dari Zainudin. Usai menerima surat pengunduran diri tersebut, Jokowi pun menyetujui mundurnya Zainudin. "Menpora (Zainudin) tadi pagi sudah bertemu saya. Surat pengunduruan dirinya sudah disampaikan di Setneg. Saya tadi sudah menyetujui," kata Jokowi.

Soal penggantinya, Jokowi meminta masyarakat menunggu. "Penggantinya ditunggu saja. Nanti segera kita putuskan. Tapi sekarang sudah di Plt-kan, plt-nya Pak Menko PMK," kata Jokowi di Denpasar, Senin (13/3/2023).
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Rekomendasi
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Berita Terkini
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved