Dua Waketum Gerindra Beda Pendapat Soal Jamu dari China

Selasa, 28 April 2020 - 16:42 WIB
loading...
Dua Waketum Gerindra...
Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Dua Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono dan Sufmi Dasco Ahmad berbeda pendapat mengenai impor jamu dari China untuk rumah sakit rujukan Covid-19. Adapun impor dan pendistribusian jamu ke rumah sakit rujukan Covid-19 itu dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 DPR RI.

Waketum Gerindra Arief Poyuono menilai rasa nasionalisme Satgas Covid-19 DPR RI perlu dipertanyakan. Selain itu, Arief menilai perlu dipertanyakan juga rasa percaya diri Satgas Covid-19 DPR RI itu atas kemampuan jamu herbal yang dimilik Indonesia dalam membantu mencegah Covid-19 yang diproduksi para pengusaha jamu Tanah Air.

"Wong China aja enggak sanggup menangani Covid-19 pakai jamu herbalnya, ini kok malah percaya dengan herbal-herbal impor dari China," ujar Arief dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (28/4/2020).

Arief pun mempertanyakan data valid yang menyebutkan China sudah bebas dari virus corona. "Hati-hati loh kita enggak tahu benar kalau herbal-herbal China yang diimpor itu bebas terjangkit corona atau tidak nantinya," ungkapnya. (Baca juga: Pandemi Corona Membuat Jadwal Kongres Partai Gerindra Tak Jelas ).

Maka itu, dia menyarankan masyarakat waspada mengonsumsi minuman dan makanan impor dari China. "Karena faktanya penyebaran Covid-19 di dunia itu lebih banyak di negara-negara yang paling tinggi nilai impor makanan dan herbal dari China loh," katanya.

Dia melanjutkan, jamu herbal dari China untuk Covid-19 belum tentu manjur khasiatnya. "Malah membahayakan masyarakat loh juga mengganggu jumlah devisa negara yang makin melorot dengan adanya pandemi Covid," ujarnya.

Arief menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja rajin mengonsumsi jamu asli Indonesia. "Setelah corona positif di Indonesia, pria asal Solo itu kini lebih sering meminum olahan rempah khas Indonesia. Yuk kita tiru Kangmas Joko Widodo yang cinta produk-produk herbal Indonesia. Dengan demikian kita turut membesarkan pengusaha jamu Indonesia dan para petani herbal di Indonesia," pungkas Arief.

Sementara itu, Waketum Partai Gerindra yang juga sebagai Koordinator Satgas Covid-19 DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memiliki pandangan berbeda. "Sebenarnya ini perlu diperjelas supaya jelas. Jangan dijadikan polemik. Karena ini niat murninya mau bantu. Emang dikira enggak pakai biaya. Kita bagi-bagi gratis biayanya cukup mahal," kata Dasco secara terpisah.

Dasco pun mempersilakan perusahaan jamu Indonesia jika ingin membagikan secara gratis. Dasco mengaku sembuh dari virus corona berkat mengonsumsi jamu impor dari China tersebut.

"Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya saya sembuh. Dan saya nazar kalau sembuh kita mau produksi yang banyak minimal untuk 3.000 orang kita mau bagi-bagi ke yang membutuhkan. Salahnya di mana sih, bingung saya," pungkas Dasco.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Safari Politik, Ketua...
Safari Politik, Ketua DPP Partai Ummat Heikal Safar Temui Sufmi Dasco
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Gerindra: Diplomasi...
Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
Habiburokhman Kritik...
Habiburokhman Kritik Dino Patti Djalal: Sok Paling Kemlu Sendiri Sedunia
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
Kapoksi Gerindra Muhammad...
Kapoksi Gerindra Muhammad Rahul Dukung Pengusutan Korupsi Batu Bara
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Disanksi Imbas Merokok...
Disanksi Imbas Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember: Saya Menyesal, Mohon Maaf
Rekomendasi
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Diborgol, Boyamin Saiman: Kejaksaan Agung Ceroboh
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved