Apresiasi Kinerja BP2MI, OSO Minta Pekerja Migran Manfaatkan Peluang
Senin, 13 Februari 2023 - 22:22 WIB
loading...
Mantan Ketua DPD RI periode 2017-2019 Oesman Sapta Odang (OSO) dan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdhani. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua DPD RI periode 2017-2019 Oesman Sapta Odang ( OSO ) mengapresiasi kinerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI ) selama dipimpin oleh Benny Rhamdhani. Sebab, kata dia, BP2MI di bawah Benny telah menyumbang devisa kepada negara sebesari Rp159 triliun.
"Ini baru terjadi di bawah kepemimpinan Benny, para PMI menyumbang Rp159 triliun kepada Republik Indonesia. Kalau dulu, paling Rp60 triliun, jadi ini pencapaian BP2MI yang sangat hebat," kata OSO yang juga sebagai Ketua Umum Gebu Minang itu pada acara pelepasan 660 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program G to G Korea Selatan, di Hotel Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/2/2023).
Dalam kegiatan itu, OSO yang juga sebagai Ketua Umum Partai Hanura itu memberikan motivasi dan semangat kepada para PMI. OSO meminta para PMI jangan sampai selamanya menjadi pekerja di negeri orang, melainkan harus mampu membuka pekerjaan di Indonesia karena banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dari pengalaman bekerja di luar negeri.
Baca juga: Kunjungi BP2MI, Direktur IOM Puji Terobosan Benny Rhamdani
"Kita tidak boleh selamanya jadi pembantu di rumah orang. Kalau saudara di luar negeri jadi pembantu, pulang harus jadi pengusaha di pekerjaan itu (yang digeluti selama menjadi PMI). Saya telah membuktikannya dan terbukti bisa," kata OOS disambut tepuk tangan para PMI. Dengan memanfaatkan transfer teknologi tersebut, kata dia, para PMI bisa membawa ke Indonesia ketika kembali sehingga dapat dimanfaatkan untuk bangsa Indonesia.
"Ambil transfer teknologi, teknologi di pabrik, di rekam di pelajari, lantas jadi sempurna. Bawa ke Indonesia yang nilainya akan lebih tinggi dari buruh biasa," ujar Wakil Ketua MPR periode 2014-2019 itu.
"Ini baru terjadi di bawah kepemimpinan Benny, para PMI menyumbang Rp159 triliun kepada Republik Indonesia. Kalau dulu, paling Rp60 triliun, jadi ini pencapaian BP2MI yang sangat hebat," kata OSO yang juga sebagai Ketua Umum Gebu Minang itu pada acara pelepasan 660 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program G to G Korea Selatan, di Hotel Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/2/2023).
Dalam kegiatan itu, OSO yang juga sebagai Ketua Umum Partai Hanura itu memberikan motivasi dan semangat kepada para PMI. OSO meminta para PMI jangan sampai selamanya menjadi pekerja di negeri orang, melainkan harus mampu membuka pekerjaan di Indonesia karena banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dari pengalaman bekerja di luar negeri.
Baca juga: Kunjungi BP2MI, Direktur IOM Puji Terobosan Benny Rhamdani
"Kita tidak boleh selamanya jadi pembantu di rumah orang. Kalau saudara di luar negeri jadi pembantu, pulang harus jadi pengusaha di pekerjaan itu (yang digeluti selama menjadi PMI). Saya telah membuktikannya dan terbukti bisa," kata OOS disambut tepuk tangan para PMI. Dengan memanfaatkan transfer teknologi tersebut, kata dia, para PMI bisa membawa ke Indonesia ketika kembali sehingga dapat dimanfaatkan untuk bangsa Indonesia.
"Ambil transfer teknologi, teknologi di pabrik, di rekam di pelajari, lantas jadi sempurna. Bawa ke Indonesia yang nilainya akan lebih tinggi dari buruh biasa," ujar Wakil Ketua MPR periode 2014-2019 itu.
Lihat Juga :