Airlangga Hartarto Unggul di Survei Capres DSI
Selasa, 20 Desember 2022 - 19:59 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melepas jalan sehat dalam rangka HUT ke-58 Golkar dengan slogan Golkar Menang Sejahtera Rakyatnya di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (16/10/2022). FOTO/MPI/YULIANTO
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berjaya dalam survei capres 2024 yang dilakukan Dinamika Survei Indonesia (DSI). Elektabilitasnya unggul dibanding nama-nama lain yang muncul dalam bursa calon presiden.
Dalam survei pertanyaan terbuka jika pilpres digelar hari ini yang diajukan kepada 1.988 responden, nama Airlangga Hartarto dipilih oleh 16,2%. Disusul Prabowo Subianto 15,3%, Anies Baswedan 10,7%, Ganjar Pranowo 9,2%, Puan Maharani 6,3%, dan Andika Perkasa 5,1%.
Lalu, Gatot Nurmantyo 3,8%, Budi Gunawan 3,3%, Moeldoko 3,2%, Muhaimin Iskandar 1,6%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 1,2%, Sandiaga Uno 1,1%, Erick Thohir 1,1%, dan tidak memberikan jawaban sebanyak 21,9%.
Direktur Eksekutif DSI Permadi Yuswiryanto menjelaskan, tingginya keterpilihan Airlangga Hartarto punya hubungan kuat dengan tingkat optimistis masyarakat dalam menghadapi perekonomian tahun depan yang diprediksi mengalami krisis global. Perekonomian dunia diprediksi mengalami resesi pada 2023. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yang dikenal dengan istilah The Perfect Storm, di antaranya inflasi tinggi dan tak terkendali.
Dalam survei pertanyaan terbuka jika pilpres digelar hari ini yang diajukan kepada 1.988 responden, nama Airlangga Hartarto dipilih oleh 16,2%. Disusul Prabowo Subianto 15,3%, Anies Baswedan 10,7%, Ganjar Pranowo 9,2%, Puan Maharani 6,3%, dan Andika Perkasa 5,1%.
Lalu, Gatot Nurmantyo 3,8%, Budi Gunawan 3,3%, Moeldoko 3,2%, Muhaimin Iskandar 1,6%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 1,2%, Sandiaga Uno 1,1%, Erick Thohir 1,1%, dan tidak memberikan jawaban sebanyak 21,9%.
Direktur Eksekutif DSI Permadi Yuswiryanto menjelaskan, tingginya keterpilihan Airlangga Hartarto punya hubungan kuat dengan tingkat optimistis masyarakat dalam menghadapi perekonomian tahun depan yang diprediksi mengalami krisis global. Perekonomian dunia diprediksi mengalami resesi pada 2023. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yang dikenal dengan istilah The Perfect Storm, di antaranya inflasi tinggi dan tak terkendali.
Lihat Juga :