Sekjen PDIP: Capres Harus Memiliki Kesadaran Geopolitik
Kamis, 28 Juli 2022 - 20:24 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam kuliah umum mengenai Geopolitik Soekarno di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Kamis (28/7/2022). FOTO/IST
JAKARTA - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Hasto Kristiyanto berpendapat bahwa calon presiden ( capres ) Indonesia harus memiliki kesadaran geopolitik. Kesadaran itu penting sebagai basis pengembangan Indonesia ke depan.
"Capres ke depan harus punya kesadaran geopolitik agar ketika mengembangkan wilayah-wilayah strategis Indonesia dia bisa melihat berbagai aspek geostrategis dan geoekonomi bagi kepemimpinan Indonesia untuk dunia," kata Hasto Kristiyanto dalam kuliah umum mengenai Geopolitik Soekarno di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Kamis (28/7/2022).
Doktor Ilmu Pertahanan itu memaparkan soal teori geopolitik Soekarno hasil penelitiannya yang tertuang menjadi disertasi doktoral di Universitas Pertahanan. Dijelaskan, teori geopolitik Soekarno didasarkan pada beberapa hal. Pertama, ideologi Pancasila. Kedua, bertujuan membangun tata dunia baru.
Ketiga, berdasarkan prinsip bahwa dunia akan damai apabila bebas dari imperialisme dan kolonialisme. Keempat, pentingnya menggalang solidaritas bangsa berdasarkan prinsip koeksistensi damai (peaceful coexistence). Kelima, berorientasi pada struktur dunia yang demokratis, sederajat dan berkeadilan.
"Capres ke depan harus punya kesadaran geopolitik agar ketika mengembangkan wilayah-wilayah strategis Indonesia dia bisa melihat berbagai aspek geostrategis dan geoekonomi bagi kepemimpinan Indonesia untuk dunia," kata Hasto Kristiyanto dalam kuliah umum mengenai Geopolitik Soekarno di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Kamis (28/7/2022).
Doktor Ilmu Pertahanan itu memaparkan soal teori geopolitik Soekarno hasil penelitiannya yang tertuang menjadi disertasi doktoral di Universitas Pertahanan. Dijelaskan, teori geopolitik Soekarno didasarkan pada beberapa hal. Pertama, ideologi Pancasila. Kedua, bertujuan membangun tata dunia baru.
Ketiga, berdasarkan prinsip bahwa dunia akan damai apabila bebas dari imperialisme dan kolonialisme. Keempat, pentingnya menggalang solidaritas bangsa berdasarkan prinsip koeksistensi damai (peaceful coexistence). Kelima, berorientasi pada struktur dunia yang demokratis, sederajat dan berkeadilan.
Lihat Juga :