Pengamat Sebut Keberadaan KIB Kunci Pergerakan Parpol Lain
Selasa, 19 Juli 2022 - 16:09 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri), Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa saat deklarasi KIB di Jakarta, Sabtu (4/6/2022). Foto/MPI
JAKARTA - Soliditas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belakangan menjadi sorotan. Bahkan, koalisi bentukan Partai Golkar, PPP, dan PAN ini dianggap mengunci pergerakan partai politik (parpol) lain.
Menurut Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an bicara soal koalisi sampai saat ini semua masih cair, kendati sudah ada KIB maupun koalisi yang lain.
Baca juga: KIB Ingin Pilpres 2024 Jadi Panggung Partai Politik
"Bagi saya sebelum ada ikatan capres yang diusung itu ikatan koalisi masih sangat cair. Lebih spesifik lagi koalisi akan terbentuk ketika sudah mendaftar di KPU, tapi tentu finalnya sudah mengusung capres-cawapres," ungkap Ali, Selasa (19/7/2022).
KIB kata Ali, memang sudah menjaring koalisi, tapi sampai sekarang belum ada nama capres yang diusung secara resmi. Ali menekankan, hal itu juga yang membuat posisinya bisa saja digoyang partai lain.
"Satu sisi KIB memang bisa mengunci partai-partai lain, Posisi PDIP misalnya, relatif terkunci dengan adanya KIB, begitu juga dengan poros Gondangdia misalnya Nasdem, relatif terkunci. Makanya banyak partai termasuk analis politik banyak mengomentari KIB," jelas dia.
Menurut Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an bicara soal koalisi sampai saat ini semua masih cair, kendati sudah ada KIB maupun koalisi yang lain.
Baca juga: KIB Ingin Pilpres 2024 Jadi Panggung Partai Politik
"Bagi saya sebelum ada ikatan capres yang diusung itu ikatan koalisi masih sangat cair. Lebih spesifik lagi koalisi akan terbentuk ketika sudah mendaftar di KPU, tapi tentu finalnya sudah mengusung capres-cawapres," ungkap Ali, Selasa (19/7/2022).
KIB kata Ali, memang sudah menjaring koalisi, tapi sampai sekarang belum ada nama capres yang diusung secara resmi. Ali menekankan, hal itu juga yang membuat posisinya bisa saja digoyang partai lain.
"Satu sisi KIB memang bisa mengunci partai-partai lain, Posisi PDIP misalnya, relatif terkunci dengan adanya KIB, begitu juga dengan poros Gondangdia misalnya Nasdem, relatif terkunci. Makanya banyak partai termasuk analis politik banyak mengomentari KIB," jelas dia.
Lihat Juga :