Kasus Omicron Meningkat, Pemerintah Kaji Larang WNA Turki dan Saudi Masuk Indonesia
Kamis, 30 Desember 2021 - 22:14 WIB
Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah terus mengkaji kemungkinan pelarangan WNA asal Turki dan Arab Saudi ke Indonesia. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung sekaligus Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah terus mengkaji kemungkinan pelarangan Warga Negara Asing (WNA) asal Turki dan Arab Saudi memasuki wilayah Indonesia. Hal itu berkaitan dengan temuan varian Omicron dari kedua negara tersebut.
"Apakah perlu dilakukan pelarangan (kedatangan) seperti 13 negara yang kemarin kita tunda untuk masuk ke Indonesia ini masih terus menerus kita kaji," kata Siti dalam diskusi virtual di YouTube BNPB, Kamis (30/12/2021).
Diketahui per hari ini sebanyak 68 kasus varian Omicron terdeteksi di Tanah Air. Adapun rinciannya sebanyak 20 kasus berasal dari pelaku perjalanan asal Turki. Sementara itu dari Arab Saudi sebanyak 13 kasus dan Uni Emirat Arab sebanyak 6 kasus. "Sampai saat ini kita belum menambah negara di luar 13 negara yang sudah kita larang WNA ataupun WNA yang pernah berkunjung ke daerah atau negara tersebut 14 hari sebelumnya untuk masuk ke Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Terjadi Lonjakan Omicron, Wagub DKI Minta Masyarakat Perketat Prokes
"Apakah perlu dilakukan pelarangan (kedatangan) seperti 13 negara yang kemarin kita tunda untuk masuk ke Indonesia ini masih terus menerus kita kaji," kata Siti dalam diskusi virtual di YouTube BNPB, Kamis (30/12/2021).
Diketahui per hari ini sebanyak 68 kasus varian Omicron terdeteksi di Tanah Air. Adapun rinciannya sebanyak 20 kasus berasal dari pelaku perjalanan asal Turki. Sementara itu dari Arab Saudi sebanyak 13 kasus dan Uni Emirat Arab sebanyak 6 kasus. "Sampai saat ini kita belum menambah negara di luar 13 negara yang sudah kita larang WNA ataupun WNA yang pernah berkunjung ke daerah atau negara tersebut 14 hari sebelumnya untuk masuk ke Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Terjadi Lonjakan Omicron, Wagub DKI Minta Masyarakat Perketat Prokes
Lihat Juga :