Baliho Puan Maharani di Pengungsian Semeru Bisa Kikis Elektabilitas
Kamis, 23 Desember 2021 - 16:46 WIB
Baliho Ketua DPR Puan Maharani bertebaran di sepanjang jalan menuju posko pengungsian letusan Gunung Semeru di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Foto/iNews TV/Yayan Nugroho
JAKARTA - Baliho Ketua DPR Puan Maharani bertebaran di sepanjang jalan menuju posko pengungsian letusan Gunung Semeru , di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Baliho berukuran 3 x 2 meter yang lengkap dengan kata-kata mutiaranya, nampak memadati jalan desa sepanjang 2 km menuju posko pengungsian letusan Gunung Semeru.
Kata-kata mutiaranya adalah "Tangismu tangisku, ceriamu ceriaku, saatnya bangkit menatap masa depan". Baliho itu bahkan juga tertancap di depan posko pengungsian.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyarankan sebaiknya pendekatan baliho itu dihentikan terlebih dahulu oleh Puan Maharani.
Baca juga: Baliho Puan Bertebaran di Pengungsian Letusan Semeru, Ada Apa?
Kata-kata mutiaranya adalah "Tangismu tangisku, ceriamu ceriaku, saatnya bangkit menatap masa depan". Baliho itu bahkan juga tertancap di depan posko pengungsian.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyarankan sebaiknya pendekatan baliho itu dihentikan terlebih dahulu oleh Puan Maharani.
Baca juga: Baliho Puan Bertebaran di Pengungsian Letusan Semeru, Ada Apa?
Lihat Juga :