Kritik Hilangnya Patung di Museum Kostrad, Fadli Zon: Setelah Baliho, Kini Patung
Selasa, 28 September 2021 - 11:07 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon melontarkan kritikan pedas menyikapi hilangnya patung Presiden ke-2 RI Soeharto, Letjen TNI Sarwo Edhie, dan Jenderal AH Nasution di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad. Foto/Dok.SINDOnews
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon melontarkan kritikan pedas menyikapi hilangnya patung Presiden ke-2 RI Soeharto , Letjen TNI Sarwo Edhie, dan Jenderal AH Nasution di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad. Kritikan Fadli Zon itu diduga ditujukan ke Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ( Pangkostrad ) Letnan Jenderal Dudung Abdurachman.
“Setelah baliho, kini patung,” cuit Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon, Selasa (28/9/2021).
Diketahui, Dudung pernah menjadi sorotan karena menurunkan baliho dukungan terhadap Rizieq Shihab di Jakarta. “Tidak bisa benda museum seenaknya diangkut atas permintaan seseorang. Apalagi menyangkut tonggak sejarah penting bangsa kita. Ini kesalahan yang fatal,” cuit Fadli Zon.
Baca juga: Pangkostrad Jawab Tudingan Gatot Nurmantyo soal Hilangnya 3 Patung di Museum Kostrad
“Setelah baliho, kini patung,” cuit Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon, Selasa (28/9/2021).
Diketahui, Dudung pernah menjadi sorotan karena menurunkan baliho dukungan terhadap Rizieq Shihab di Jakarta. “Tidak bisa benda museum seenaknya diangkut atas permintaan seseorang. Apalagi menyangkut tonggak sejarah penting bangsa kita. Ini kesalahan yang fatal,” cuit Fadli Zon.
Baca juga: Pangkostrad Jawab Tudingan Gatot Nurmantyo soal Hilangnya 3 Patung di Museum Kostrad
Lihat Juga :