Fatwa MUI: Jenazah Korban COVID-19 Boleh Dimakamkan Secara Massal

Sabtu, 26 Juni 2021 - 14:26 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al-Aiyub menyampaikan agar ada pemakaman massal jenazah korban COVID-19. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan agar jenazah korban COVID-19 dimakamkan secara massal. Saran itu keluar setelah kasus COVID-19 di Indonesia meningkat tajam. Sementara jumlah lahan pengukuran COVID-19, khususnya di DKI Jakarta semakin menipis. Untuk itu, pemakaman jenazah diperbolehkan secara masal.

Ketua MUI bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al-Aiyub menyampaikan agar ada pemakaman massal. Sebab, Komisi Fatwa MUI sudah pernah mengeluarkan Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi COVID-19 yang di dalamnya juga membahas mekanisme penguburan jenazah. Baca juga: Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Jakarta Bertambah Jadi 10 Ribu Unit



”Melihat kurangnya lahan untuk pemakaman korban COVID-19 di Jakarta, pemberlakuan pengukuran masal bisa dikaji. Artinya, mengubur beberapa jenazah dalam satu lubang. Ini sudah diatur di dalam Fatwa MUI,” ujar Sholahuddin sebagaimana dilansir SINDOnews dalam lama MUI.or.id, Sabtu (25/6/2021).

Menurut dia, penguburan jenazah dalam satu lubang bisa jadi solusi menipisnya lahan penguburan seperti Jakarta. Banyaknya korban COVID-19 dan terbatasnya lahan Pemakaman membuat terjadinya kedaruratan. Secara syar’i, bila darurat, penguburan beberapa jenazah dalam satu lubang itu diperbolehkan.

”Jenazah korban COVID-19 yang sudah dimasukkan ke dalam peti, bisa dimasukkan dalam satu lubang kuburan dengan formasi berjajar berdempetan. Penguburan massal tersebut diharapkan bisa menjadi solusi sementara untuk saat ini,” ujar Wakil Sekjen MUI bidang Fatwa periode 2015/2020 itu.

Lima belas tahun sebelum COVID-19 melanda, MUI sudah mengeluarkan Fatwa Nomor 34 Tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah (Tajhiz al-Jana’iz) dalam Keadaan Darurat. Fatwa ini kemudian menjadi pijakan MUI dalam mengeluarkan Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim Yang Terinfeksi COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!