Teror di Mabes Polri, Ini Komentar Sekum PP Muhammadiyah
Kamis, 01 April 2021 - 12:58 WIB
Polisi bersama anjing pelacak saat menyisiri Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Foto/Arif Julianto
JAKARTA - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan aksi teror di Mabes Polri merupakan tamparan keras bagi aparatur keamanan khususnya kepolisian.
"Serangan teror di Mabes Polri ini merupakan tamparan keras bagi aparatur keamanan khususnya kepolisian karena dilakukan di jantung dari komando keamanan nasional," kata Mu'ti melalui rekaman video dikutip MNC Media, Kamis (1/4/2021).
Aksi teror lone wolf di Mabes Polri memberi pesan bahwa ancaman terorisme bukanlah masalah sederhana, tetapi sangat serius. Karenanya, Mu'ti berpesan agar semua pihak tidak memandang remeh hal ini, harus ada perhatian ekstra.
Baca juga: Respons Aksi Terorisme di Mabes Polri, Polantas di Tangerang Pakai Rompi Anti Peluru
"Setelah peristiwa di Makassar dan sekarang di Mabes Polri semua pihak tidak bisa memandang ini secara biasa-biasa saja, harus ada perhatian sungguh sungguh dan pengamanan ekstra ketat khususnya kepada kepolisian," tuturnya.
Menurutnya, polisi selain harus memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat, juga harus melindungi dirinya sendiri. Mu'ti ingin semua pihak bekerja sama agar persoalan terorisme ini bisa teratasi dengan baik.
"Serangan teror di Mabes Polri ini merupakan tamparan keras bagi aparatur keamanan khususnya kepolisian karena dilakukan di jantung dari komando keamanan nasional," kata Mu'ti melalui rekaman video dikutip MNC Media, Kamis (1/4/2021).
Aksi teror lone wolf di Mabes Polri memberi pesan bahwa ancaman terorisme bukanlah masalah sederhana, tetapi sangat serius. Karenanya, Mu'ti berpesan agar semua pihak tidak memandang remeh hal ini, harus ada perhatian ekstra.
Baca juga: Respons Aksi Terorisme di Mabes Polri, Polantas di Tangerang Pakai Rompi Anti Peluru
"Setelah peristiwa di Makassar dan sekarang di Mabes Polri semua pihak tidak bisa memandang ini secara biasa-biasa saja, harus ada perhatian sungguh sungguh dan pengamanan ekstra ketat khususnya kepada kepolisian," tuturnya.
Menurutnya, polisi selain harus memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat, juga harus melindungi dirinya sendiri. Mu'ti ingin semua pihak bekerja sama agar persoalan terorisme ini bisa teratasi dengan baik.
Lihat Juga :