Musim Hujan Diprediksi Baru Berakhir Pada Mei Mendatang

Senin, 22 Februari 2021 - 06:43 WIB
Pejalan kaki menerjang hujan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (29/1/2021). FOTO/MPI/ARIF JULIANTO
JAKARTA - Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menjelaskan, musim hujan 2020-2021 dipengaruhi fenomena iklim global La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan hingga 40%. La Nina diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga Mei 2021.

"Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia yaitu 96% dari Zona Musim telah memasuki musim hujan ," kata Herizal di Jakarta, Minggu (21/2/2021).



Diprakirakan pada Maret-April 2021 curah hujan di sebagian besar Wilayah Indonesia masih berpotensi menengah hingga tinggi (200-500 mm/bulan). Adapun sebagian besar Papua dan sebagian Sulawesi berpotensi mendapatkan curah hujan bulanan kategori tinggi-sangat tinggi atau lebih dari 500 mm/bulan.

Baca juga: BMKG Beberkan Penyebab Cuaca Ekstrem di Wilayah Jabodetabek

"Sementara Mei memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau dan pada Juni-Agustus sebagian besar wilayah seperti Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua diprakirakan mendapatkan curah hujan kategori menengah-rendah (20-150 mm/bulan)," katanya.

September diprediksikan juga masih kemarau, sementara Oktober memasuki transisi musim kemarau ke musim hujan dan diprakirakan November kembali memasuki musim hujan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!