Cara Humanis Polri dan Aparat Cegah Masyarakat Mudik Diapresiasi Sejumlah Kalangan

Selasa, 12 Mei 2020 - 21:54 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri Irjen Polisi Istiono dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI Budi Setiyadi meninjau pelaksanaan operasional bus umum di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2020). Foto/Istime
JAKARTA - Langkah Polri dan aparat terkait yang tetap ketat melarang masyarakat mudik diapresiasi sejumlah kalangan. Koordinator Nasional Jaringan Islam Kebangsaan Irfaan Sanoesi menyatakan, langkah tegas Polri bersama Kemenhub, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan aparat terkait lainnya patut diapresiasi.

Upaya aparat yang tegas tapi tetap mengedepankan aspek humanis. "Dalam berbagai kesempatan kita melihat Kepala Korlantas Polri Irjen Polisi Istiono selalu menekankan anggota kepolisian tidak menilang di jalan bagi yang mencoba mudik, putar arah atau memutar balik kembali merupakan sanksi yang harus ditanggung yang memaksa mudik di tengah," ujar Irfaan dalam keterangannya, Selasa (12/5/2020).



“Polri bekerja secara sinergis dengan TNI, Kemenhub, Dishub (Dinas Perhubungan) dan aparat terkait lainnya terlihat profesional dan tegas melarang mudik. Selain itu, mereka selalu mengutamakan cara yang humanis dalam melarang warga mudik. Puluhan ribu kendaraan disuruh memutar balik kembali ke tempat masing-masing tanpa menimbulkan keributan," ujar Irfaan. (Baca juga: Polda Sumut Minta Putar Balik 42 Kendaraan Pemudik di Lintas Perbatasan ).

Dia menambahkan, semua masyarakat harus menahan tradisi mudik untuk tahun ini. Menyelamatkan kemanusiaan mesti diprioritaskan di atas ritual silaturahmi tahunan. Silaturahmi bisa dialihkan ke dalam jaringan (daring) atau online.

"Meski berbeda rasa saat bersilaturahmi dengan online, tapi tidak mudik itu sebuah kemaslahatan yang sangat bermanfaat bagi kemanusiaan," sambung Irfaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!