IPW dan MAKI Beri Bocoran soal Nurhadi, KPK: Semua Info Akan Ditindaklanjuti
Sabtu, 09 Mei 2020 - 17:25 WIB
Nama mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman kembali mencuat sepekan terakhir. Dia tidak pernah terlihat di depan publik dan memenuhi panggilan KPK. Foto/SINDOphoto
JAKARTA - Nama mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman kembali mencuat sepekan terakhir. Dia tidak pernah terlihat di depan publik dan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komisi antirasuah menetapkan Nurhadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap. Dia diduga menerima fulus sebesar Rp46 miliar. dari PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT). KPK juga menetapkan menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka pada kasus yang sama.
Nurhadi tidak pernah memenuhi panggilan untuk pemeriksaan di KPK. Akhirnya, pada 13 Februari lalu, KPK memasukkan ketiganya ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Namun hingga tiga bulan ini, KPK belum bisa mengendus dan menangkap Nurhadi.
Sepekan terakhir muncul informasi tentang keberadaan Nurhadi. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyebut Nurhadi kerap salat duha tapi masjidnya berpindah-pindah.
Komisi antirasuah menetapkan Nurhadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap. Dia diduga menerima fulus sebesar Rp46 miliar. dari PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT). KPK juga menetapkan menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka pada kasus yang sama.
Nurhadi tidak pernah memenuhi panggilan untuk pemeriksaan di KPK. Akhirnya, pada 13 Februari lalu, KPK memasukkan ketiganya ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Namun hingga tiga bulan ini, KPK belum bisa mengendus dan menangkap Nurhadi.
Sepekan terakhir muncul informasi tentang keberadaan Nurhadi. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyebut Nurhadi kerap salat duha tapi masjidnya berpindah-pindah.
Lihat Juga :