Pernyataan JK Dinilai Tidak Tepat dan Berpotensi Sesatkan Pemahaman Publik

Minggu, 12 April 2026 - 22:59 WIB
Mantan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Foto: Dok SindoNews/Nur Khabibi
JAKARTA - Pernyataan Mantan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) dalam menggambarkan konsep keagamaan yang dikaitkan dengan konflik di Poso dan Ambon dikritik oleh Koordinator LBH Arus Bawah Prabowo (ABP) Steven Pailah. Menurut Steven, pernyataan JK dalam pidato di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu berpotensi menyesatkan pemahaman publik jika tidak diluruskan.

LBH ABP mengutip pernyataan JK dalam video yang beredar menyampaikan bahwa konflik bernuansa agama kerap sulit dihentikan karena adanya keyakinan dari masing-masing pihak terkait konsep “syahid”.



Baca juga: Seskab Teddy Tepis Isu Indonesia Akan Chaos: Narasi yang Keliru

Berikut penggalan pernyataan JK tersebut:

“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Semua pihak. Kristen juga berpikir begitu. ‘Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid’. Akhirnya susah berhenti,” ujar Jusuf Kalla.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!