Polemik Pemakzulan Gus Yahya PBNU, Gus Nadir: Matinya Roda Jam'iyyah Kami

Minggu, 23 November 2025 - 17:29 WIB
Polemik pemakzulan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjadi perbincangan banyak orang, termasuk dari kalangan Nahdliyin. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Polemik pemakzulan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf ( Gus Yahya ) menjadi perbincangan banyak orang, termasuk dari kalangan Nahdliyin. Ramainya isu pemakzulan Gus Yahya berawal dari risalah rapat yang beredar ke publik, padahal risalah rapat itu hanya untuk kalangan internal.

"Benar, cuma saya sebetulnya tidak wise-nya di situlah. Masak pembicaraan internal disebar seenaknya itu kan ya dan tidak hanya pada jalur-jalur yang memang kalangan NU. Sekarang beredar di semua WA," ujar A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Muhaimin, Sabtu (22/11/2025).



Baca juga: Gus Yahya Ungkap Alasannya Menolak Mundur dari Ketua Umum PBNU

Isu pemakzulan Gus Yahya juga direspons tokoh muda NU Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) dalam tulisan berjudul “Matinya Roda Jam'iyyah Kami” melalui Twitter atau X @na_dirs yang dikutip Minggu (23/11/2025).

Menurut dia, jam’iyyah ini sedang berjalan terbalik. Ketua Umum berkonflik dengan Sekjen dan Bendum. Ketua Umum juga tidak akur dengan Rais ‘Am. Sementara Rais ‘Am sendiri tidak sreg dengan Katib ‘Am (yang kebetulan masih keluarga dekat Ketum). Akhirnya, surat resmi Syuriyah hanya ditandatangani Rais ‘Am. Surat Tanfidziyah hanya diteken Ketum.

Padahal, aturan mengharuskan empat tanda tangan yakni Rais ‘Am, Katib ‘Am, Ketum, dan Sekjen. “Ini bukan lagi soal organisasi yang macet. Ini soal mesin yang mati dan dibiarkan karatan selama berbulan-bulan,” ujar Gus Nadir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!