Soroti Kasus Keracunan di Program MBG, Partai Perindo Dorong Evaluasi Menyeluruh dan Penguatan Standar Keamanan Pangan

Senin, 26 Mei 2025 - 22:14 WIB
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Kesehatan Masyarakat, Sri Gusni Febriasari. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA - Terjadinya insiden keracunan yang terjadi dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis) di berbagai wilayah mendapat atensi dan keprihatinan dari Partai Perindo. Meski secara statistik jumlahnya kecil dibanding total penerima manfaat, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Kesehatan Masyarakat, Sri Gusni Febriasari menegaskan bahwa keselamatan satu warga pun tidak boleh dikompromikan dalam program-program yang ada, terlebih yang menyasar anak-anak sebagai kelompok rentan.

Merujuk data yang disampaikan pemerintah, terdapat lebih dari 3 juta penerima manfaat MBG. Sebanyak 200 orang mengalami keracunan dari 17 Kejadian Luar Biasa di 10 provinsi.



Baca juga: Peduli Perempuan dan Anak, Partai Perindo Kirim Kontainer Kesehatan ke Berbagai Daerah

Sri Gusni menilai hal ini menunjukkan bahwa insiden tersebut bukan kasus tunggal, tetapi menandakan adanya celah dalam sistem pelaksanaan yang perlu segera diperbaiki.

Insiden-insiden tersebut juga tidak boleh dianggap sebagai kegagalan teknis belaka. Pelaksanaan MBG yang termasuk program prioritas nasional ini pun harus dilakukan dengan standar keamanan dan profesionalisme tinggi.

“Ini bukan sekedar kelalaian teknis. Kita bicara soal nyawa dan kesehatan anak-anak. Program prioritas MBG tidak boleh dijalankan dengan pendekatan asal jalan, karena menyangkut masa depan generasi bangsa”, tegas Sri Gusni, Senin (26/5/2025).

Untuk diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 5 Mei 2025 menyampaikan bahwa lebih dari 3 juta penerima program MBG, tercatat hanya di bawah 200 orang yang mengalami keracunan.

“Dari 3 koma sekian juta, kalau tidak salah di bawah 200 orang (yang keracunan)”, ujarnya.

Baca juga: Warga Cianjur Keluhkan Jalan Rusak Puluhan Tahun, Politikus Perindo Minta Dedi Mulyadi Turun Tangan

Meski angka keberhasilan mencapai 99,99%, laporan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa telah terjadi sebanyak 17 Kejadian Luar Biasa yang tersebar di 10 provinsi sejak program ini dimulai pada 6 Januari 2025, dengan penyebab utama makanan basi atau kontaminasi mikroorganisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!