BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur Akibat Bibit Siklon Tropis
Sabtu, 12 April 2025 - 22:35 WIB
BMKG memberikan peringatan terkait cuaca dan kondisi kelautan yang ekstrem di wilayah Indonesia Timur dalam beberapa hari ke depan. Foto/SindoNews
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) memberikan peringatan terkait cuaca dan kondisi kelautan yang ekstrem di wilayah Indonesia Timur dalam beberapa hari ke depan. Hal ini lantaran adanya potensi pembentukan siklon tropis dari bibis 96S yang saat ini terpantau di sekitar Laut Timor.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, bibit siklon tropis 96S telah terpantau sejak 9 April 2025 oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, dan hingga Sabtu, 12 April 2025 pagi tadi, sistem tersebut masih menunjukkan peningkatan intensitas.
"Posisi sistem saat ini berada di sekitar Laut Timor, tepatnya di tenggara Pulau Timor. Bibit ini memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, dengan tekanan minimum 1000 hPa,” kata Dwikorita.
Baca juga: 10 Fakta Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Kota Bogor, Nomor 9 Disertai Suara Gemuruh
Dwikorita menjelaskan dalam 24 jam ke depan, sistem ini diperkirakan akan terus menguat dan bergerak ke arah barat daya menuju perairan selatan Pulau Timor, mendekati wilayah utara Australia. Dalam kurun 48–72 jam mendatang, intensitas angin diprediksi terus meningkat dan posisi sistem akan semakin menjauh ke selatan menuju Laut Timor selatan Pulau Sawu.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, bibit siklon tropis 96S telah terpantau sejak 9 April 2025 oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, dan hingga Sabtu, 12 April 2025 pagi tadi, sistem tersebut masih menunjukkan peningkatan intensitas.
"Posisi sistem saat ini berada di sekitar Laut Timor, tepatnya di tenggara Pulau Timor. Bibit ini memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, dengan tekanan minimum 1000 hPa,” kata Dwikorita.
Baca juga: 10 Fakta Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Kota Bogor, Nomor 9 Disertai Suara Gemuruh
Dwikorita menjelaskan dalam 24 jam ke depan, sistem ini diperkirakan akan terus menguat dan bergerak ke arah barat daya menuju perairan selatan Pulau Timor, mendekati wilayah utara Australia. Dalam kurun 48–72 jam mendatang, intensitas angin diprediksi terus meningkat dan posisi sistem akan semakin menjauh ke selatan menuju Laut Timor selatan Pulau Sawu.
Lihat Juga :