Jepang Harap Pekerja Indonesia Bantu Atasi Krisis Tenaga Kerja di Sektor Konstruksi

Jum'at, 13 Desember 2024 - 15:25 WIB
Jepang saat ini menghadapi tantangan besar dalam sektor konstruksi yakni kekurangan tenaga kerja yang semakin mengkhawatirkan. Foto: Ist
JAKARTA - Jepang saat ini menghadapi tantangan besar dalam sektor konstruksi yakni kekurangan tenaga kerja yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu solusi yang diharapkan adalah bantuan tenaga kerja dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Proyek Japan Association for Construction Human Resources (JAC) Naoya Shikano dalam Sosialisasi Pekerjaan Konstruksi Jepang yang diadakan di Politeknik Negeri Jakarta, Rabu (11/12/2024).



Menurut Naoya, Jepang sedang berjuang mengatasi masalah demografis dengan jumlah pekerja muda yang semakin sedikit. “Seperti yang dunia tahu Jepang sekarang berpiramida terbalik, artinya usia lanjut di Jepang lebih banyak daripada usia muda, yang artinya tenaga kerja muda sangat terbatas. Maka itu, kami sangat mengharapkan kontribusi dari negara-negara tetangga, terutama Indonesia,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja ini, JAC memperkenalkan beberapa inisiatif, termasuk program magang dan program Special Skill Worker (SSW) bagi pekerja asing. Program ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pekerja Indonesia yang ingin bekerja di Jepang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!