Jadi UKP Kerukunan Beragama, Gus Miftah Mau Bikin Rumah Moderasi
Selasa, 22 Oktober 2024 - 15:46 WIB
Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah telah dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Foto/Raka Dwi Novianto
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah melantik pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Usai dilantik, Gus Miftah mengaku akan membuat rumah moderasi untuk mendata permasalahan khususnya terkait keagamaan.
"Salah satunya mungkin kita nanti akan membuat semacam rumah moderasi kali ya. Kita akan belanja masalah terlebih dahulu, setelah itu baru kemudian nanti kita cari solusinya," kata Gus Miftah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Gus Miftah mengatakan bahwa kerukunan di Indonesia menjadi isu yang menarik dan krusial. Menurutnya, perbedaan di Indonesia harus disikapi secara dewasa.
Baca juga: Dipanggil Prabowo, Raffi Ahmad Dapat Tugas Ekraf dan Seni, Gus Miftah Bidang Toleransi dan Moderasi
"Soal kerukunan di Indonesia itu kan menarik dan isu krusial. Karena begitu banyaknya perbedaan di negeri ini. 17 ribu pulau, 1.700 suku bangsa, 736 bahasa, 6 agama. Ini tentunya kalau tidak disikapi secara dewasa, ini kurang baik," kata Gus Miftah.
"Salah satunya mungkin kita nanti akan membuat semacam rumah moderasi kali ya. Kita akan belanja masalah terlebih dahulu, setelah itu baru kemudian nanti kita cari solusinya," kata Gus Miftah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Gus Miftah mengatakan bahwa kerukunan di Indonesia menjadi isu yang menarik dan krusial. Menurutnya, perbedaan di Indonesia harus disikapi secara dewasa.
Baca juga: Dipanggil Prabowo, Raffi Ahmad Dapat Tugas Ekraf dan Seni, Gus Miftah Bidang Toleransi dan Moderasi
"Soal kerukunan di Indonesia itu kan menarik dan isu krusial. Karena begitu banyaknya perbedaan di negeri ini. 17 ribu pulau, 1.700 suku bangsa, 736 bahasa, 6 agama. Ini tentunya kalau tidak disikapi secara dewasa, ini kurang baik," kata Gus Miftah.
Lihat Juga :