Menag Diusulkan dari Intelijen usai 5 Kader NU ke Israel, PBNU: Wah itu Berlebihan

Rabu, 17 Juli 2024 - 11:04 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi tidak sepakat dengan usulan Menteri Agama (Menag) dari kalangan intelijen. Foto/Tangkapan layar YouTube
JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi tidak sepakat dengan usulan Menteri Agama (Menag) dari kalangan intelijen. Menurut pria yang akrab disapa Gus Fahrur ini, usulan Pengamat Politik dari Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan itu berlebihan.

Adapun usulan Syahganda kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto agar mengangkat Menteri Agama (Menag) dari kalangan intelijen sebagai buntut dari peristiwa lima orang yang mengatasnamakan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) berkunjung ke Israel. Dalam kunjungan itu, lima pemuda tersebut bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog.



"Wah saya kira itu berlebihan, yang dibutuhkan sosok yang punya integritas dan kemampuan sesuai bidangnya," ujar Gus Fahrur kepada SINDOnews, Rabu (17/7/2024).

Baca juga: Syahganda Nainggolan Usul Prabowo Pilih Menteri Agama dari Kalangan Intelijen

Dia mengatakan, soal kunjungan ke Israel memang belum ada undang-undang (UU) yang mengatur. "Kalau mau dilarang dapat diterbitkan aturan UU atau Keppres (Keputusan Presiden, red) sudah cukup memadai, tidak harus Menag," pungkasnya.

Sebelumnya, Pengamat Politik dari Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan mengusulkan Presiden terpilih Prabowo Subianto agar mengangkat Menteri Agama (Menag) dari kalangan intelijen. Syahganda yakin Menag dari kalangan intelijen mampu mengawasi langsung kelompok-kelompok tertentu dan agendanya terkait Israel di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!