Tradisi Sadranan: Merayakan Kekerabatan dan Budaya di MaxOne Loji Kridanggo Boyolali

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:44 WIB
Pendiri MaxOne Hotel Loji Kridanggo, Boyolali Aloys Sutarto (tengah) mengikuti ritual makan bersama atau disebut Kembul Bujono dan Tasyukuran dalam rangkaian Tradisi Sadranan yang diadakan di Boyolali, Jawa Tengah. Foto: Ist
BOYOLALI - Tradisi Sadranan atau Nyadran adalah kegiatan sosial spiritual yang merupakan momen bagi masyarakat Boyolali khususnya dan Jawa umumnya yang eksis sampai sekarang sejak ratusan tahun lalu.

Perayaan ini menjadi katalis untuk memperkuat silaturahmi antarkeluarga dan hubungan kekerabatan antarwarga. Pergelaran ritual nyadran atau sadranan berlangsung dua kali setahun yaitu pada bulan Ruwah dan Sapar pada penanggalan Jawa.



Nyadran merupakan suatu rangkaian budaya yang berupa membersihkan makam leluhur, nyekar (tabur bunga), dan puncaknya berupa kenduri selamatan/berdoa di makam leluhur.

Baca juga: Tradisi Nyadran di Bulan Syaban, Sudah Ada di Era Majapahit

Dalam spirit yang sama, masyarakat Tionghoa juga melakukan ritual yang sama dengan Nyadran yang dikenal sebagai “Qing Ming”/“Ceng Beng” dalam dialek Hokkian atau sering disebut Cengbengan yang puncaknya awal April berdasarkan kalender Masehi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!