Jokowi Bilang Presiden Boleh Kampanye dan Memihak, Begini Respons Megawati

Kamis, 25 Januari 2024 - 06:50 WIB
Presiden Jokowi saat berkunjung ke kediaman Megawati Soekarnoputri dalam suasana Lebaran 2022. Foto/Instagram @puanmharani
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengatakan bahwa seorang presiden boleh berkampanye atau memihak asalkan tidak menggunakan fasilitas negara. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan respons Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hasto menuturkan, Megawati merespons dengan penuh ketenangan, yang justru memfokuskan agar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD agar tetap turun ke bawah mendengarkan suara rakyat. "Ibu Mega ini berkontemplasi mendengarkan suara rakyat dan memberikan direction kepada seluruh tim pemenangan Ganjar-Mahfud," kata Hasto, Rabu (24/1/2024) malam.



"Juga kepada anak-anak beliau mulai dari anak ranting, DPC, DPD, dan DPW simpatisan dan kader PDIP untuk pada koridor kerakyatan bergerak turun ke bawah. Suara itu dari rakyat, bukan dari elite," tambah Hasto yang juga sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud ini.

Baca juga: Didampingi Prabowo, Jokowi: Presiden Itu Boleh Kampanye dan Memihak

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa seorang presiden boleh berkampanye atau memihak. Hal tersebut dikatakannya menanggapi perihal adanya menteri kabinet yang tidak ada hubungannya dengan politik, tapi ikut serta menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres.

"Ya ini kan hak demokrasi, hak politik setiap orang setiap menteri sama saja. Yang paling penting presiden itu boleh loh itu kampanye, presiden itu boleh loh memihak, boleh," kata Jokowi dalam keterangannya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!