Politikus PPP Klaim TNI Jadi Penyidik KPK Konflik Berkurang
Jum'at, 08 Mei 2015 - 16:16 WIB
Politikus PPP Klaim TNI Jadi Penyidik KPK Konflik Berkurang
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyambut baik wacana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin merekrut tenaga penyidik dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai, merekrut TNI untuk menjadi penyidik KPK akan mengurangi konflik kepentingan dalam proses pemberantasan korupsi di Indonesia.
Alasannya lanjut Arsul, selama ini lembaga yang dipimpin Taufiequrachman Ruki itu tidak pernah menangani perkara korupsi di lingkungan militer.
"Kalau melihat pada praktik hukum yang ada sekarang, maka tidak ada konflik kepentingan. Karena KPK tidak menangani perkara korupsi di lingkungan militer," kata Arsul kepada Sindonews, Jumat (8/5/2015).
"Perkara korupsi di lingkungan militer ditangani sendiri oleh Oditurat Militer dan diadili di Mahkamah Militer," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya,kesiapan TNI untuk membantu KPK dengan mengirimkan anggotanya menjadi penyidik nampaknya belum dapat terwujud.
Wakil Ketua KPK Johan Budi mengatakan, wacana perekrutan TNI sebagi pegawai KPK lebih tepat jika diposisikan sebagai kepala bagian keamanan, bukan sebagai penyidik.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai, merekrut TNI untuk menjadi penyidik KPK akan mengurangi konflik kepentingan dalam proses pemberantasan korupsi di Indonesia.
Alasannya lanjut Arsul, selama ini lembaga yang dipimpin Taufiequrachman Ruki itu tidak pernah menangani perkara korupsi di lingkungan militer.
"Kalau melihat pada praktik hukum yang ada sekarang, maka tidak ada konflik kepentingan. Karena KPK tidak menangani perkara korupsi di lingkungan militer," kata Arsul kepada Sindonews, Jumat (8/5/2015).
"Perkara korupsi di lingkungan militer ditangani sendiri oleh Oditurat Militer dan diadili di Mahkamah Militer," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya,kesiapan TNI untuk membantu KPK dengan mengirimkan anggotanya menjadi penyidik nampaknya belum dapat terwujud.
Wakil Ketua KPK Johan Budi mengatakan, wacana perekrutan TNI sebagi pegawai KPK lebih tepat jika diposisikan sebagai kepala bagian keamanan, bukan sebagai penyidik.
(maf)