Relawan Asing Diminta Hentikan Pencarian

Selasa, 05 Mei 2015 - 08:30 WIB
Relawan Asing Diminta...
Relawan Asing Diminta Hentikan Pencarian
A A A
KATHMANDU - Pemerintah Nepal meminta tim penyelamat negara asing untuk menghentikan pencarian dan operasi penyelamatan.

Mereka meminta bantuan asing diprioritaskan kepada pemulihan pascagempa yang menewaskan lebih dari 7.276 orang dan melukai 14.300 orang. Pemerintah Nepal yakin operasi penyelamat dan pencarian hampir selesai. Mereka memprediksi tidak ada lagi warga yang tertimbun di bawah puingpuing. ”Mereka (relawan negara asing) dapat pergi. Jika mereka spesialis dalam membersihkan puing-puing, mereka dapat bertahan,” ujar Rameshwor Dangal, pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal, kepada Reuters , kemarin.

Kepala Pasukan Respons Bencana Nasional (NDRF) India O PSinghmengakutelahdiminta Pemerintah Nepal untuk menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan. Hanyatimpascabencana yang diminta untuk bertahan di Nepal. ”Kita melihat bagaimana yang terbaik yang dapat dilakukan,” kata Singh kepada stasiun televisi India. Banyak negara yang berjanji memberikan bantuan kepada Nepal untuk pembangunan rumah warga, rumah sakit, dan bangunan bersejarah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan 8 juta dari 28 juta penduduk Nepal terkena dampak gempa. ”Sedikitnya dua juta warga Nepal membutuhkan tenda, makanan, air, dan obatobatan dalam tiga bulan mendatang,” demikian keterangan PBB. Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, Nepal sangat membutuhkan Indonesia.

”Tapi, misi kemanusiaan kita hanya berlangsung selama dua pekan,” ungkapnya. Dia menambahkan, durasiperpanjangan bantuan maksimal sekitar tiga bulan. ”Prinsipnya, pemerintah bersedia membantu apabila dibutuhkanNepal,” imbuhnya. Mengenai pemulangan WNI yang berada di Nepal, Iqbal mengungkapkan, tim Kemlu kemarin melakukan pendataan. ”WNI di Nepal akan dipulangkan besok (hari ini),” ujarnya.

Arvin / andika
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved