Tolak Rekomendasi DPR, KPU Jadikan Payung Hukum sebagai Alasan

Senin, 04 Mei 2015 - 22:06 WIB
Tolak Rekomendasi DPR,...
Tolak Rekomendasi DPR, KPU Jadikan Payung Hukum sebagai Alasan
A A A
JAKARTA - Pemimpin DPR, Komisi II dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat konsultasi di DPR guna berupaya mencari solusi dualisme kepengurusan PPP dan Partai Golkar untuk mengikuti pilkada serentak.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, panja Komisi II DPR merekomendasikan partai yang bersengketa harus menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah), jika belum ada keputusan DPR mendorong supaya dua kubu berdamai.

"Jika tidak terjadi keputusan inkrah dan islah maka yang diambil adalah posisi dari hasil putusan yang ada sebelum pendaftaran. Tadi diperdebatkan," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Seni (4/5/2015).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku, seluruh fraksi dan Komisi II sepakat poin ketiga harus dimasukkan dalam PKPU. Namun, KPU tidak bisa menerima masukan DPR.

"KPU merasa belum bisa masukkan, karena dianggap belum ada payung hukum jelas," imbuhnya.

Fadli menambahkan sudah menyampaikan rekomendasi DPR mengikat sesuai UU Nomor 17 dan harus dilaksanakan. "Kami kaget tadi KPU bilang mereka bukan pejabat negara dan pejabat pemerintah, kan itu hal aneh," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Infografis
Rusia Tolak Gencatan...
Rusia Tolak Gencatan Senjata sebagai Solusi Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved