Peluang Calon Ketum Lain Tak Boleh Ditutup

Selasa, 28 April 2015 - 10:17 WIB
Peluang Calon Ketum...
Peluang Calon Ketum Lain Tak Boleh Ditutup
A A A
JAKARTA - Kongres III Partai Demokrat pada 11-13 Mei di Surabaya diharapkan tetap mengedepankan kompetisi dan menghindari skenario aklamasi.

Meski Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menyatakan akan maju kembali, panitia kongres harus membuat aturan yang tetap membuka peluang calon ketua umum (ketum) lain untuk bersaing.

”Kontestasi atau pemilihan dengan voting itu yang paling bagus. Steering committee (SC) dan organizing committee (OC) harus membuka peluang masuknya calon lain. Kalau mau aklamasi, itu harus terjadi di floor (saat kongres),” ucap pendiri Partai Demokrat yang juga anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat Raden Mas Haryo Heroe Syswanto.

Menurut politikus yang akrab disapa Sys NS ini, deklarasi SBY untuk maju kembali merupakan hak pribadinya sebagai anggota partai. Namun, jika terjadi aklamasi dengan cara rekayasa, itu tentu akan ditolak. Dia mengingatkan kongres harus dijalankan berdasarkan AD/ ART partai. ”Partai Demokrat harus demokratis, SBY kan dinilai Bapak Demokrasi. Kalau mau mencalonkan jadi ketua umum, tapi rencananya aklamasi, itu bukan demokrasi,” sebutnya.

Sementara itu, anggota FKPD Partai Demokrat lainnya, Ahmad Mubarok, menyatakan tetap terbuka peluang bagi calon lain untuk maju kongres. Terlepas dari itu, dia juga mengaku masih meragukan deklarasi SBY untuk maju itu benar terjadi nanti karena bisa saja itu hanya bentuk respons atas dukungan kader dari daerah.

”Meskipun SBY siap jadi ketua umum, tapi banyak sekali yang meragukan kesungguhan itu. Sejak dari kongres luar biasa dia (SBY) menyatakan hanya akan mengantarkan partai selama 1,5 tahun saja,” ucapnya kemarin.

Mubarok juga mengatakan akan menentang jika aklamasi di kongres sudah direkayasa dari sekarang. Upaya seperti itu dinilai hanya bentuk ketakutan para loyalis SBY bakal tidak dapat menjabat kembali.

Mula akmal
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved