Demokrat Amburadul, Pasek Nilai SBY Sulit Kontrol Bawahannya
Sabtu, 25 April 2015 - 14:31 WIB
Demokrat Amburadul, Pasek Nilai SBY Sulit Kontrol Bawahannya
A
A
A
JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat dalam Kongres ke-III di Surabaya, Jawa Timur.
Politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika menilai, SBY bukan lagi ada di kelas memimpin partai namun sudah dalam tarap internasional.
"Seharusnya SBY fokus ke eksistensi internasional. Sayang dengan kapasitasnya itu malah disuruh urusan teknis dan tanggung jawab seperti (Musda) dan (Muscab), pelaksana tugas dan lain-lain," ujar Pasek saat dihubungi Sindonews, Sabtu (25/4/2015).
Level ketum, kata dia, adalah level di bawah SBY. Menurut Pasek, jika SBY kembali menjadi ketum maka statusnya hanya de jure, lantaran sebenarnya secara de facto yang menjadi ketum adalah oknum-oknum pengelolanya.
"Akibatnya partai amburadul seperti sekarang ini. Lihat saja plt asal-asalan dan tanpa mampu dikontrol SBY. Tapi SBY yang harus tanggung jawab," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Harian Partai Demokrat memecat tiga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Jawa Timur. Lantaran dipecat secara sepihak, tiga kader Partai Demokrat pun melawan.
Mereka melakukan somasi kepada Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), pihak yang menandatangani surat pemecatan itu.
Adapun yang melakukan somasi adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk Basuki, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Pasuruan Dendy Kukuh Santoso dan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya Dadik Risdaryanto.
Bukan hanya Ketua DPC Jawa Timur yang dipecat secara sepihak. Namun, empat Ketua DPC Jawa Tengah juga dicopot secara sepihak. Keempat Ketua DPC itu pun melayangkan somasi kepada SBY.
Politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika menilai, SBY bukan lagi ada di kelas memimpin partai namun sudah dalam tarap internasional.
"Seharusnya SBY fokus ke eksistensi internasional. Sayang dengan kapasitasnya itu malah disuruh urusan teknis dan tanggung jawab seperti (Musda) dan (Muscab), pelaksana tugas dan lain-lain," ujar Pasek saat dihubungi Sindonews, Sabtu (25/4/2015).
Level ketum, kata dia, adalah level di bawah SBY. Menurut Pasek, jika SBY kembali menjadi ketum maka statusnya hanya de jure, lantaran sebenarnya secara de facto yang menjadi ketum adalah oknum-oknum pengelolanya.
"Akibatnya partai amburadul seperti sekarang ini. Lihat saja plt asal-asalan dan tanpa mampu dikontrol SBY. Tapi SBY yang harus tanggung jawab," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Harian Partai Demokrat memecat tiga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Jawa Timur. Lantaran dipecat secara sepihak, tiga kader Partai Demokrat pun melawan.
Mereka melakukan somasi kepada Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), pihak yang menandatangani surat pemecatan itu.
Adapun yang melakukan somasi adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk Basuki, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Pasuruan Dendy Kukuh Santoso dan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya Dadik Risdaryanto.
Bukan hanya Ketua DPC Jawa Timur yang dipecat secara sepihak. Namun, empat Ketua DPC Jawa Tengah juga dicopot secara sepihak. Keempat Ketua DPC itu pun melayangkan somasi kepada SBY.
(kri)