Pesan Ruhut kepada Pesaing SBY Ngaca Hingga Ancaman Pemecatan
Selasa, 21 April 2015 - 15:19 WIB
Pesan Ruhut kepada Pesaing SBY Ngaca Hingga Ancaman Pemecatan
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrat akan menggelar Kongres di Surabaya, Jakarta Timur awal Mei 2015. Sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap masih sangat pantas memimpim partai tersebut.
Bahkan, politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul memastikan mayoritas kader Partai Demokrat mendukung SBY kembali memimpin partainya.
"Steering committee dulu buat aturan 30 persen, sekarang 40 persen untuk maju. Menguat, aku mintanya 30 persen. Jadi, kebayang sekarang Pak SBY 90 persen jadi bisa aklamasi," ujar Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2015).
Dia menambahkan, tidak ada kader internal partai yang mampu berkompetisi dengan SBY memperebutkan kursi ketua umum. "Kalau itu (ambil alih posisi Ketua Umum) enggak mungkin, ngaca dong," tukasnya.
Dia juga mengingatkan kepada para kader Demokrat selalu patuh pada aturan partai. Lanjutnya, kader partai tidak patuh, akan mengalami nasib pemecatan.
"Kalau mereka tidak sesuai aturan partai dan merusak citra partai. Jangankan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Ketum aja kita pecat," tandasnya.
Bahkan, politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul memastikan mayoritas kader Partai Demokrat mendukung SBY kembali memimpin partainya.
"Steering committee dulu buat aturan 30 persen, sekarang 40 persen untuk maju. Menguat, aku mintanya 30 persen. Jadi, kebayang sekarang Pak SBY 90 persen jadi bisa aklamasi," ujar Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2015).
Dia menambahkan, tidak ada kader internal partai yang mampu berkompetisi dengan SBY memperebutkan kursi ketua umum. "Kalau itu (ambil alih posisi Ketua Umum) enggak mungkin, ngaca dong," tukasnya.
Dia juga mengingatkan kepada para kader Demokrat selalu patuh pada aturan partai. Lanjutnya, kader partai tidak patuh, akan mengalami nasib pemecatan.
"Kalau mereka tidak sesuai aturan partai dan merusak citra partai. Jangankan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Ketum aja kita pecat," tandasnya.
(kur)