Bareskrim Beri Sinyal Tersangka Kasus Golkar Terus Bertambah
Kamis, 16 April 2015 - 16:21 WIB
Bareskrim Beri Sinyal Tersangka Kasus Golkar Terus Bertambah
A
A
A
JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terus mengusut laporan dugaan pemalsuan dokumen dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ancol yang menghasilkan kepemimpinan Agung Laksono.
Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Waseso memberi sinyal dalam pengusutan ini tidak menuntup kemungkinan jumlah tersangka dalam kasus itu terus bertambah.
"Mungkin saja akan banyak tersangka lain tergantung bagaimana hasil pemeriksaan," ungkap Budi usai mendampingi Komjen Polisi Badrodin Haiti menajalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Namun dia belum memastikan apakah dalam proses pengusutan ini akan terungkap siapa dalang di balik pemalsuan dokumen Munas Ancol tersebut. "Kalau hasil pemeriksaan seperti itu ya kita lihat saja. Penyidikan kasus masih terus berjalan," tukasnya.
Sebelumnya, Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical melaporkan kubu Agung Laksono ke Bareskrim Mabes Polri. Laporan itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar kubu Ical, Idrus Marham bersama para kader Partai Golkar.
Kubu Ical menduga kubu Agung melakukan pemalsuan dokumen saat menggelar Munas di Ancol. "Kita akan melaporkan pemalsuan dokumen dan penyalahgunaan kewenangan dari kubu Agung," ujar Idrus di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Maret 2015.
Baca: Golkar Kubu Ical Laporkan Kubu Agung Laksono
Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Waseso memberi sinyal dalam pengusutan ini tidak menuntup kemungkinan jumlah tersangka dalam kasus itu terus bertambah.
"Mungkin saja akan banyak tersangka lain tergantung bagaimana hasil pemeriksaan," ungkap Budi usai mendampingi Komjen Polisi Badrodin Haiti menajalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Namun dia belum memastikan apakah dalam proses pengusutan ini akan terungkap siapa dalang di balik pemalsuan dokumen Munas Ancol tersebut. "Kalau hasil pemeriksaan seperti itu ya kita lihat saja. Penyidikan kasus masih terus berjalan," tukasnya.
Sebelumnya, Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical melaporkan kubu Agung Laksono ke Bareskrim Mabes Polri. Laporan itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar kubu Ical, Idrus Marham bersama para kader Partai Golkar.
Kubu Ical menduga kubu Agung melakukan pemalsuan dokumen saat menggelar Munas di Ancol. "Kita akan melaporkan pemalsuan dokumen dan penyalahgunaan kewenangan dari kubu Agung," ujar Idrus di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Maret 2015.
Baca: Golkar Kubu Ical Laporkan Kubu Agung Laksono
(kur)