Milisi Syiah Tinggalkan Tikrit

Senin, 06 April 2015 - 11:16 WIB
Milisi Syiah Tinggalkan...
Milisi Syiah Tinggalkan Tikrit
A A A
BAGHDAD - Sebagian besar milisi Syiah meninggalkan Kota Tikrit, Irak, setelah militer berhasil merebut kota itu dari kekuasaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Warga kota mengeluhkan sikap milisi Syiah yang menjarah berbagai toko dan pusat pemerintahan sebelum melarikan diri. ”Sebagian milisi Syiah telah meninggalkan kota (Tikrit),” kata Ahmed al-Kraim, kepala Dewan Kota Tikrit, Provinsi Salahuddin, dikutip Reuters .

Penjarahan dan pencurian dimulai sejak Rabu (1/4) selepas Pemerintah Irak mendeklarasikan militer mengalahkan ISIS setelah pertempuran selama satu bulan lamanya. ISIS menguasai Tikrit sejak akhir Juni lalu. Para pejabat pemerintahan lokal mengungkapkan penjarahan itu dilakukan terhadap ratusan rumah dan toko.

Selain dijarah, para milisi Syiah juga membakar rumah penduduk. Aksi milisi itu mencoreng upaya perebutan Kota Tikrit, tempat kelahiran mendiang diktator Saddam Hussein. Menurut politisi Sunni, penjarahan dan pembakaran yang dilakukan milisi Syiah dapat dihentikan pada Sabtu (4/4) setelah polisi lokal dan federal menghentikan aksi itu.

Untuk meredam kemarahan warga Tikrit, Perdana Menteri (PM) Irak Haidar al-Abadi yang juga politisi Syiah bertemu para pejabat pemerintahan Salahuddin. Dia juga membenarkan milisi Syiah memang harus meninggalkan Kota Tikrit. ”Perundingan dengan Abadi sangat positif,” kata Kraim.

Dalam pertemuan itu, Abadi mengungkapkan pemerintahannya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam perang melawan ISIS. Abadi meminta pasukan keamanan menangkap siapa pun yang melanggar hukum. ”Itu sebagai pesan yang jelas bagi semua orang. Meski situasi sangat genting, PM tetap sebagai pemimpin tertinggi,” kata Rafid Jaboori, juru bicara PM Abadi.

Juru bicara milisi Syiah, Karim al-Noori, membenarkan 80% gerilyawan Syiah telah meninggalkan Tikrit. Aksi itu dilakukan untuk menghindari ketegangan dengan warga Tikrit. Tanpa kehadiran milisi Syiah di Tikrit, situasi kota itu relatif tenang. Kota itu dihuni warga mayoritas Sunni.

Di Damaskus, Suriah, ISIS menguasai 90% kamp pengungsi Palestina di Yarmouk. Kamp itu dihuni sekitar 18.000 warga sipil yang menderita akibat pertempuran di Suriah. Dengan menguasai Yarmouk, ISIS hanya tinggal beberapa kilometer dari wilayah kekuasaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan perlindungan bagi warga Suriah dan Palestina yang berada di kamp tersebut. Warga sipil yang terjebak di sana menderita akibat pengepungan yang dilakukan pemerintah dan gerilyawan.

Andika hendra m
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Militer Rusia, Iran,...
Militer Rusia, Iran, dan China Jauh Tinggalkan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved