PPP Minta Jokowi Bertindak Atasi Konflik Golkar
Selasa, 31 Maret 2015 - 17:58 WIB
PPP Minta Jokowi Bertindak Atasi Konflik Golkar
A
A
A
JAKARTA - Konflik Partai Golkar masih terus berlanjut dari saling melapor ke polisi hingga ranah perebutan Sekretariat Fraksi Golkar di DPR yang dilakukan oleh Partai Golkar kubu Agung Laksono.
Menanggapi hal tersebut, PPP meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera bertindak mengatasi konflik yang sedang melanda interal Partai Golkar akibat Menkumham Yasonna Laoly mengesahkan kubu Agung Laksono.
"Kami meminta presiden jangan diam. Kami meminta Jokowi dapat membuat politik Indonesia ini dinamis dan kondusif," ujar Sekjen PPP kubu Djan Faridz, Dimyati Nataskusumah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Menurutnya, sebagai seorang presiden, Jokowi harus mampu menjaga dengan baik situasi politik Indonesia. Pasalnya, situasi politik dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi pada ranah nasional.
Saat ini, Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) telah bersatu untuk mendukung pemerintahan Jokowi. Maka, sudah seharusnya Jokowi dapat bersikap menyelesaikan konflik Golkar.
Salah satunya, tambah dia, dengan memberi arahan kepada Yasonna Laoly agar dapat mengambil keputusan atas dasar hukum bukan karena kekuasaan.
"KMP dan KIH sudah melebur menjadi satu. Temen-temen di parlemen ini mendukung Jokowi supaya bisa melaksanakan tugas-tugasnya," tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, PPP meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera bertindak mengatasi konflik yang sedang melanda interal Partai Golkar akibat Menkumham Yasonna Laoly mengesahkan kubu Agung Laksono.
"Kami meminta presiden jangan diam. Kami meminta Jokowi dapat membuat politik Indonesia ini dinamis dan kondusif," ujar Sekjen PPP kubu Djan Faridz, Dimyati Nataskusumah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Menurutnya, sebagai seorang presiden, Jokowi harus mampu menjaga dengan baik situasi politik Indonesia. Pasalnya, situasi politik dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi pada ranah nasional.
Saat ini, Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) telah bersatu untuk mendukung pemerintahan Jokowi. Maka, sudah seharusnya Jokowi dapat bersikap menyelesaikan konflik Golkar.
Salah satunya, tambah dia, dengan memberi arahan kepada Yasonna Laoly agar dapat mengambil keputusan atas dasar hukum bukan karena kekuasaan.
"KMP dan KIH sudah melebur menjadi satu. Temen-temen di parlemen ini mendukung Jokowi supaya bisa melaksanakan tugas-tugasnya," tandasnya.
(kri)