SBY Perlu Jembatani Loyalis dan Tokoh Pendiri Partai
Rabu, 25 Maret 2015 - 11:50 WIB
SBY Perlu Jembatani Loyalis dan Tokoh Pendiri Partai
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus bisa memecahkan kebuntuan politik antara loyalisnya yang menginginkannya kembali maju sebagai ketua umum dan aspirasi forum pendiri partai yang mengharapkan regenerasi kepemimpinan.
Pengamat politik dari Polcomm Institute Heri Budianto menyatakan rencana SBY yang akan menggelar silaturahmi dengan tokoh pendiri partai adalah hal yang cukup baik. Jika itu terlaksana, ada harapan ketegangan yang muncul akibat perbedaan pendapat menjelang Kongres Partai Demokrat bisa lebih mencair. ”Selain dapat memecahkan kebuntuan politik, SBY juga bisa meminta pendapat tokoh pendiri atas baik buruknya jika dia maju kembali sebagai calon ketua umum,” ujarnya kemarin.
Rencana pertemuan antara SBY dan tokoh pendiri partai santer beredar kemarin. Namun rencana yang sedianya digelar tadi malam tersebut batal. Heri berpandangan, wacana aklamasi untuk SBY di kongres sebenarnya lahir dari dorongan kader, bukan keinginan dari presiden keenam RI tersebut.
Menurutnya, SBY selama ini sudah menerapkan proses yang demokratis di partainya dengan cara menggelar pemilihan ketua umum di Kongres Demokrat 2010. ”Kader Demokrat masih memilih SBY untuk menyatukan partai, belum ada tokoh sekaliber dia di partai,” ujarnya.
Sementaraitu, desakandari sejumlah tokoh Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD) yangmeminta SBY tidak maju lagi di kongres dinilaibisamemecahbelahkader. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyatakan, SBY tidak akan maju jika dia tidak didorong kader lain.
Wacana aklamasi juga terjadi secara alamiah seiring makin derasnya dukungan ke SBY. ”Kalau ada apa-apa baiknya sampaikan secara santun. Kader jangan dipecah belah,” ujarnya kemarin. Ramadhan mengakui tidak bisa menutup fakta bahwa SBY masih diinginkan kader untuk memimpin kembali hingga lima tahunkedepan.
”Soal regenerasi, biarkan secara alamiah saja dengan mulai munculnya kaderkader muda potensial. Pak SBY itu tidak mau direkayasa, jangan sampai ada paksaan,” ujarnya.
Mula akmal
Pengamat politik dari Polcomm Institute Heri Budianto menyatakan rencana SBY yang akan menggelar silaturahmi dengan tokoh pendiri partai adalah hal yang cukup baik. Jika itu terlaksana, ada harapan ketegangan yang muncul akibat perbedaan pendapat menjelang Kongres Partai Demokrat bisa lebih mencair. ”Selain dapat memecahkan kebuntuan politik, SBY juga bisa meminta pendapat tokoh pendiri atas baik buruknya jika dia maju kembali sebagai calon ketua umum,” ujarnya kemarin.
Rencana pertemuan antara SBY dan tokoh pendiri partai santer beredar kemarin. Namun rencana yang sedianya digelar tadi malam tersebut batal. Heri berpandangan, wacana aklamasi untuk SBY di kongres sebenarnya lahir dari dorongan kader, bukan keinginan dari presiden keenam RI tersebut.
Menurutnya, SBY selama ini sudah menerapkan proses yang demokratis di partainya dengan cara menggelar pemilihan ketua umum di Kongres Demokrat 2010. ”Kader Demokrat masih memilih SBY untuk menyatukan partai, belum ada tokoh sekaliber dia di partai,” ujarnya.
Sementaraitu, desakandari sejumlah tokoh Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD) yangmeminta SBY tidak maju lagi di kongres dinilaibisamemecahbelahkader. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyatakan, SBY tidak akan maju jika dia tidak didorong kader lain.
Wacana aklamasi juga terjadi secara alamiah seiring makin derasnya dukungan ke SBY. ”Kalau ada apa-apa baiknya sampaikan secara santun. Kader jangan dipecah belah,” ujarnya kemarin. Ramadhan mengakui tidak bisa menutup fakta bahwa SBY masih diinginkan kader untuk memimpin kembali hingga lima tahunkedepan.
”Soal regenerasi, biarkan secara alamiah saja dengan mulai munculnya kaderkader muda potensial. Pak SBY itu tidak mau direkayasa, jangan sampai ada paksaan,” ujarnya.
Mula akmal
(ftr)