Kinerja DPR Belum Memuaskan

Rabu, 25 Maret 2015 - 11:50 WIB
Kinerja DPR Belum Memuaskan
Kinerja DPR Belum Memuaskan
A A A
JAKARTA - DPR RI periode 2014-2019 dinilai belum menunjukkan kinerja maksimal hingga enam bulan pascapelantikan.

Hingga berakhirnya masa sidang II masih banyak Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang belum tercapai. Selain karena banyaknya anggota Dewan yang belum memahami tugas pokok dan fungsinya, konflik internal partai menjadi penyebab produktivitas parlemen rendah.

Peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, DPR masih mengedepankan kepentingan politik daripada kepentingan publik. Kinerja DPR tidak lebih baik daripada sebelumnya untuk periode waktu yang sama.

”Fungsi legislasi belum berjalan secara efektif. Dalam masa sidang II Dewan belum memenuhi target legislasi. Penyelenggaraan fungsi-fungsi itu terganggu oleh imbas konflik internal sejumlah parpol yang tak kunjung usai. Ini ditopang juga oleh pelanggengan kubu-kubuan politik antara KMP dan KIH,” ujarnya di Kantor Formappi Jakarta kemarin.

Lucius menyebutkan, jumlah RUU dalam Prolegnas 2014-2019 sebanyak 160. Jika dibagi dalam lima tahun masa tugas, setiap tahunnya DPR harus menyelesaikan 32 RUU. Bila dirata-rata dalam satu kali masa sidang, DPR RI yang terdiri atas 11 komisi seharusnya dapat menyelesaikan sedikitnya 8 RUU mengingat dalam setahun ada 4 masa sidang.

Namun hingga masa sidang kedua, kata Lucius, baru 7 RUU yang berhasil diselesaikan. Itu pun ada 2 RUU hasil pembahasan anggota DPR periode 2009- 2014 yang sekarang tinggal disahkan saja, yakni RUU Pilkada dan RUU Pemda. ”SedangkanlimaRUUlainnya bersifat kumulatif terbuka yang tanpa dibahas pun sudah pasti akan disahkan,” kata Lucius.

Jika dibandingkan dengan anggota Dewan pada periode lalu, kata Lucius, terlihat perbedaan dalam hal target, yakni ada 230 RUU masuk Prolegnas dengan menetapkan 72 RUU prioritas selama setahun. Peneliti senior Formappi Made Leo Wiratma mengatakan, permasalahan internal DPR seperti penentuan alat kelengkapan Dewan memang sudah tidak sepanas pada masa sidang I.

Hanya saja, saat ini DPR kembali disibukkan dengan masalah internal partai. Tak bisa dimungkiri, masa sidang II periode 12 Januari-18 Februari 2015 masih diwarnai konflik internal partai. Situasi politik pun menjadi dinamis.

Sucipto
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved