Tiga DOB Dipastikan Batal Ikut Pilkada Serentak 2015

Rabu, 25 Maret 2015 - 11:50 WIB
Tiga DOB Dipastikan...
Tiga DOB Dipastikan Batal Ikut Pilkada Serentak 2015
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan tiga daerah otonom baru (DOB) di Provinsi Sulawesi Tenggara tidak bisa mengikuti pilkada serentak 2015.

Tiga daerah itu Kabupaten Muna Barat, Buton Selatan, dan Buton Tengah. “DOB baru ini disetujui ikut pilkada pada 2017. Sudah pasti begitu (tidak ikut pilkada 2015). Tapi itu belum dirapatkan dengan KPU,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Dodi Riyadmadji di Jakarta kemarin.

Kemendagri sebelumnya menetapkan tiga DOB ini berhak ikut pilkada serentak. Menurut Dodi, alasan Kemendagri waktu itu memasukkan tiga DOB tersebut demi mengakhiri masa jabatan penjabat sementara yang memimpin daerah itu. Dengan menggelar pilkada, DOB tersebut bisa segera memiliki kepala daerah definitif. “Penjabatnya berakhir jika pilkada. Tapi persoalannya, Undang- Undang DOB eksplisit mengatakan paling cepat dua tahun baru bisa pilkada,” ujarnya.

Dodi tidak mengetahui secara pasti mengapa UU DOB mengatur secara eksplisit waktu penyelenggaraan pilkada. Di sisi lain, dia menyatakan ada kerugian tersendiri jika dalam waktu dua tahun sebuah daerah dipimpin oleh seorang penjabat. “Karena seorang penjabat tidak bisa membuat sesuatu yang terencana yang biasanya bisa dibuat oleh kepala daerah definitif,” ujarnya.

Normalnya, kata dia, penjabat kepala daerah menjabat enam bulan sampai satu tahun. Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan akan menunggu pembahasan masalah DOB tersebut dengan KPU. Dia juga mengatakan pada awal bulan depan akan mengundang semua kepala daerah dalam rangka persiapan pilkada serentak ini.

“Kita akan mengecek, termasuk pilkada di DOB. Juga membahas daerah mana yang belum mencapai kesepakatan dengan KPUD mengenai anggaran pilkada,” ujarnya.

Dita angga
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved