Kubu Djan Faridz Minta Disahkan

Selasa, 17 Maret 2015 - 11:33 WIB
Kubu Djan Faridz Minta...
Kubu Djan Faridz Minta Disahkan
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta meminta Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly segera mengesahkan kepengurusan kubu Djan Faridz setelah terbitnya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Kemarin kubu Djan Faridz mendaftarkan kepengurusannya di Kantor Kemenkumham Jakarta. Mereka juga meminta Menkumham tidak mengajukan banding atas putusan PTUN yang membatalkan surat keputusan (SK) pengesahan untuk kubu PPP Muktamar Surabaya pimpinan Romahurmuziy (Romi).

Ketua DPP PPP versi Munas Jakarta Triana Humphrey Djemat menilai upaya banding Menkumham merupakan bentuk inkonsistensi karena sebelumnya Yasonna pernah mengatakan siap menerima apa pun putusan PTUN. ”Kami menagih janji itu sehingga datang kemari untuk mendaftarkan kepengurusan Muktamar Jakarta,” kata Triana seusai mendaftarkan kepengurusan.

Triana menjelaskan, dengan dibatalkannya SK pengesahan kubu Romi, di tubuh PPP saat ini terjadi kekosongan kepengurusan. ”Demi menjaga agar tidak terjadi kekosongan di kepengurusan PPP, kita mendaftarkan hasil Muktamar Jakarta karena ini yang sah,” lanjutnya.

Triana mendesak Menkumham untuk segera menindaklanjuti permohonan PPP Muktamar Jakarta tersebut. Menurutnya, jika Menkumham tidak bersedia merespons permohonan tersebut, dugaan bahwa pemerintah mengintervensi konflik internal PPP semakin kuat. ”Ya kalau memang tidak bisa menegakkan aturan sebagaimana mestinya, ya seharusnya memang mundur,” ujarnya.

Sebelumnya ratusan massa pendukung PPP hasil Muktamar Jakarta menggelar unjuk rasa di Kantor Kemenkumham untuk menyampaikan kekecewaannya atas sejumlah keputusan kontroversial Menkumham atas kepengurusan PPP. ”Kami sudah lelah bertikai, tolong Menkumham jangan lagi mengintervensi PPP,” ujar koordinator aksi Edi Zauzi.

Massa datang mengenakan atribut partai berlambang Kakbah tersebut dan menuntut agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Yasonna H Laoly, meminta Kemenkumham segera mencabut banding atas putusan PTUN, serta segera mengeluarkan SK pengesahan atas hasil Muktamar Jakarta.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenkumham Ferdinan Siagian memastikan sejumlah berkas yang telah disampaikan PPP Muktamar Jakarta itu selanjutnya akan diserahkan ke Menkumham untuk dipelajari. Menurutnya, dari hasil pengkajian Menkumham nanti, baru bisa dipastikan apakah pengajuan itu akan diterima atau ditolak. ”Tinggal nanti Pak Yasonna pelajari. Mengenai keputusan kita lihat saja nanti,” ucap Ferdinan.

Sementara itu, pertemuan antara Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz dengan Wakil Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Surabaya Emron Pangkapi di Muktamar Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) di Batam, Kepulauan Riau, akhir pekan lalu, dinilai bukan islah, melainkan silaturahmi biasa.

Ketua DPP PPP Muktamar Jakarta Ahmad Ghazali Harahap mengatakan pihaknya sejak awal selalu membuka ruang islah. Bahkan untuk memperlancar upaya tersebut telah dibentuk tim islah dengan menunjuk Thahir Saimima sebagai ketuanya. ”Sampai sekarang ruang itu tetap kita buka, hanya memang formulanya belum ketemu,” ujar Ghazali.

Sementara itu, Sekjen PPP Muktamar Surabaya Aunur Rofiq mengklaim kubunya selalu membuka ruang islah. Menurut dia, pembicaraan islah akan disambut positif agar perpecahan bisa segera diselesaikan.

Dian ramdhani
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved