Vanuatu Butuh Bantuan Dunia Internasional

Selasa, 17 Maret 2015 - 11:13 WIB
Vanuatu Butuh Bantuan...
Vanuatu Butuh Bantuan Dunia Internasional
A A A
PORT VILA - Presiden Vanuatu Baldwin Lonsdale berharap bantuan internasional, setelah negara yang berada di Kepulauan Pasifik itu dihantam Siklon Pam dan menewaskan sedikitnya delapan orang pada Jumat (3/3) malam waktu setempat.

Kerusakan infrastruktur terjadi secara masif. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah maraknya penyakit. Lonsdale mengatakan, dibutuhkan pertolongan secepat mungkin untuk memulihkan kondisi negaranya setelah dihantam badai dengan kecepatan 320 kilometer per jam. “Bantuan kemanusiaan yang paling mendesak. Kami membutuhkan sekarang juga,” ujar Lonsdale saat hendak pulang seusai menghadiri konferensi tentang bencana di Jepang, dikutipAFP , kemarin.

Selain itu, kemiskinan yang terjadi di pulau ini memerlukan dukungan keuangan jangka panjang. “Setelah pembangunan kami lakukan selama beberapa tahun belakangan ini, dengan sekejap angin topan datang menghancurkannya. Semua infrastruktur yang telah dibangun hancur,” tutur Lonsdale.

“Kami membutuhkan pendanaan internasional untuk membangun kembali semua infrastruktur,” katanya. Sejumlah pemimpin dunia telah menjanjikan dukungan dan pesawat militer. Tim bantuan bencana dari Australia, Selandia Baru, dan Prancis kemarin telah tiba dengan membawa makanan, tenda penampungan, obat-obatan, dan generator. Tim penyelamat menyebutkan hampir 90% rumah warga di ibu kota, Port Vila, hancur lebur.

Kemarin bantuan kemanusiaan terus berdatangan. Sayangnya, mereka terkendala dalam proses distribusinya. Mereka kesulitan untuk menjangkau puluhan pulau kecil yang terkena imbas badai. Dibutuhkan waktu berharihari untuk mencapai desa-desa terpencil yang rata oleh hantaman topan ini.

Colin Collett van Rooyen, direktur Oxfam—organisasi dunia yang menangani kemiskinan, mengatakan bahwa warga umumnya kekurangan air bersih, toilet, alat penjernih air, dan berbagai peralatan medis yang sangat dibutuhkan.

“Fase darurat pertama terjadi pada Jumat malam lalu saat badai siklon Pam menerjang. Keadaan darurat berikutnya yaitu potensi serangan penyakit karena minimnya pasokan air bersih, sanitasi, dan alat pemeliharaan kesehatan,” ucap Van Rooyen.

Menurutnya, lebih dari 100.000 keluarga diperkirakan kehilangan tempat tinggal. Semua gedung sekolah hancur, tempat evakuasi penuh, dan kerusakan pada fasilitas kesehatan dan kamar mayat.

Charlotte Gillan, paramedis asal Australia yang tinggal di Desa Tango, wilayah pinggiran Port Vila, mengatakan bahwa dengan tingginya curah hujan dan banyaknya sampah berserakan, potensi penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD), diare, dan muntahmuntah sangat tinggi akibat air yang terkontaminasi.

Arvin
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Prabowo Lantik Kepala...
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil BGN Baru pada Senin 8 Juni 2026
KPK Ungkap Silmy Karim...
KPK Ungkap Silmy Karim Masih Terima Aliran Uang Hasil Pemerasan saat Jabat Wamen Imipas
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved