Kubu Agung Ngebet Rombak Fraksi Golkar di DPR
Sabtu, 14 Maret 2015 - 16:11 WIB
Kubu Agung Ngebet Rombak Fraksi Golkar di DPR
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Yorrys Raweyai memastikan dalam waktu dekat DPP Partai Golkar kepengurusannya akan melakukan pergantian kader yang menduduki posisi strategis di DPR.
Ada dua posisi yang menurutnya akan diganti yakni Ketua Fraksi kemudian pimpinan-pimpinan komisi.
“Pertama pasti ketua fraksi, kemudian pimpinan-pimpinan komisi pun akan mengalami pergeseran. Maupun alat kelengkapan lain,” ujar Yorrys saat ditemui di Jakarta, Sabtu (14/3/2015).
Langkah itu menurut Yorrys sebagai bentuk penyegaran setelaha disahkannya kepengurusan Munas Ancol oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
“Jadi apapun secara politik di tingkat nasional, kita harus tampil dengan perfomance baru,” tuturnya.
Selain itu untuk memperlancar sejumlah agenda kepartaian yang telah dibentuk dan disusun oleh DPP yang diketuai oleh Agung Laksono tersebut, salah satunya keluar dari keanggotaan di Koalisi Merah Putih (KMP).
“Karena kita pahami bahwa kubu Ancol visi politiknya tidak boleh ada di KMP, sementara kubu Ical (Aburizal Bakrie) tetap mempertahankannya,” ucap Yorrys.
Realisasi dari rencana perombakan ini sendiri dikatakan Yorrys baru akan dimulai paska anggota DPR dari partainya menyelesaikan masa reses, 23 Maret mendatang.
Namun begitu pembuatan dan penyusunan posisi-posisi mana saja yang akan diganti sudah dilakukan. “Jadi yang perlu diingat bahwa perubahan alat kelengkapan fraksi itu adalah kewenangan DPP dan itu bisa kapan saja,” tuntasnya.
Ada dua posisi yang menurutnya akan diganti yakni Ketua Fraksi kemudian pimpinan-pimpinan komisi.
“Pertama pasti ketua fraksi, kemudian pimpinan-pimpinan komisi pun akan mengalami pergeseran. Maupun alat kelengkapan lain,” ujar Yorrys saat ditemui di Jakarta, Sabtu (14/3/2015).
Langkah itu menurut Yorrys sebagai bentuk penyegaran setelaha disahkannya kepengurusan Munas Ancol oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
“Jadi apapun secara politik di tingkat nasional, kita harus tampil dengan perfomance baru,” tuturnya.
Selain itu untuk memperlancar sejumlah agenda kepartaian yang telah dibentuk dan disusun oleh DPP yang diketuai oleh Agung Laksono tersebut, salah satunya keluar dari keanggotaan di Koalisi Merah Putih (KMP).
“Karena kita pahami bahwa kubu Ancol visi politiknya tidak boleh ada di KMP, sementara kubu Ical (Aburizal Bakrie) tetap mempertahankannya,” ucap Yorrys.
Realisasi dari rencana perombakan ini sendiri dikatakan Yorrys baru akan dimulai paska anggota DPR dari partainya menyelesaikan masa reses, 23 Maret mendatang.
Namun begitu pembuatan dan penyusunan posisi-posisi mana saja yang akan diganti sudah dilakukan. “Jadi yang perlu diingat bahwa perubahan alat kelengkapan fraksi itu adalah kewenangan DPP dan itu bisa kapan saja,” tuntasnya.
(maf)