Putin Beber Perebutan Crimea

Selasa, 10 Maret 2015 - 11:06 WIB
Putin Beber Perebutan...
Putin Beber Perebutan Crimea
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin membongkar momen-momen saat dia mengeluarkan perintah rahasia untuk mencaplok Crimea. Putin juga menjelaskan bagaimana pasukan Rusia siap berperang untuk menyelamatkan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang digulingkan.

Penjelasan Putin itu diungkapkan dalam film dokumenter yang akan ditayangkan di stasiun televisi milik pemerintah, Rossiya-1 , berjudul Homeward Bound . Putin berbicara panjang lebar tentang langkah kontroversial Moskow merebut Crimea setahun lalu. Sayangnya, Rossiya-1 tidak menyebutkan kapan film dokumenter itu akan ditayangkan dan saat ini mereka hanya menampilkan cuplikannya.

Dalam film dokumenter itu, diceritakan sebelum pencaplokan dimulai, Putin menggelar serangkaian rapat sepanjang malam bersama para kepala badan keamanan Rusia. Mereka mendiskusikan tentang bagaimana membebaskan Yanukovych yang digulingkan rakyat Ukraina. ”Kita selesai rapat sekitar pukul tujuh pagi,” ujar Putin dalam film dokumenter itu, dikutip AFP.

Kemudian, setelah rapat selesai, Putin mengatakan kepada para pejabat militernya, ”kita harus mulai bekerja untuk mengembalikan Crimea pada Rusia.” Empat hari setelah rapat yang digelar pada Februari 2014 itu, beberapa tentara tidak dikenal mengambil alih parlemen lokal di Crimea.

Beberapa anggota parlemen dan pejabat lokal langsung menggelar pemungutan suara untuk membentuk pemerintahan baru. Beberapa hari kemudian, pasukan yang tak dikenal muncul di beberapa lokasi strategis di Crimea. Saat itu, Moskow tidak mengakui keterlibatannya dalam ketegangan itu. Hingga referendum digelar pada 16 Maret 2014, mayoritas warga Crimea yang berbahasa Rusia memilih merdeka dari Ukraina.

Pada 18 Maret, Crimea secara resmi dicaplok oleh Moskow. Pada 21 Maret 2014, Presiden Putin menandatangani dokumen formal yang menjadikan Crimea sebagai bagian dari Rusia. Aksi itu langsung memicu kecaman internasional. Operasi militer Crimea awalnya selalu dirahasiakan Rusia, meskipun aksi pasukan Rusia di Crimea tidak dapat ditutupi. Moskow berdalih, hanya penduduk lokal yang terlibat dalam pergolakan itu.

Akhirnya Kremlin pun mengakui bahwa mereka berada di belakang perebutan kekuasaan itu. Pada pesan Tahun Baru 2015 lalu, Putin mengungkapkan pencaplokan Crimea merupakan batu loncatan yang sangat penting dalam sejarah Rusia. Crimea memang menjadi wilayah yang strategis dan penting dalam kehadiran Rusia di Laut Hitam dan Eropa.

”Cinta tanah air berarti menjamin Crimea bergabung dengan Rusia,” ujar Putin dikutip Al Jazeera . KyivPost, media ternama Ukraina, melaporkan Putin ingin menjadikan Crimea sebagai pangkalan militer raksasa. Berbagai langkah telah dilakukan untuk mewujudkan upaya ambisius itu. Kremlin telah menempatkan 100.000 tentaranya di Crimea dan berbagai armada tempur. Selain itu, 5 Maret lalu, Rusia menggelar latihan perang di Crimea.

Latihan tempur itu melibatkan pasukan khusus dan divisi artileri. Langkah itu dalam rangka untuk memberikan tekanan terhadap negara-negara Eropa yang tergabung dalam NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Selain berbicara mengenai Crimea, dalam film dokumenter itu Putin juga mengklaim militer Rusia siap menyerbu Kota Donetsk, Ukraina timur, untuk menyelamatkan Yanukovych.

”Dia (Yanukovych) akan terbunuh,” ujar Putin. ”Kita sudah siap menyelamatkannya di Donetsk, dari jalur darat, laut, atau udara,” imbuhnya. Menurut Putin, senjata berat dan senapan mesin juga telah ditempatkan di Donetsk untuk menghindari perundingan terlalu lama. Hingga Yanukovych diketahui berada di Kota Rostov, Rusia, dan tidak pernah kembali ke Ukraina.

Pengakuan Putin tentang keterlibatannya di Crimea, namun dia tidak mengakui keterlibatan pasukan Rusia di Ukraina timur. Konflik di Ukraina timur telah menewaskan lebih dari 6.000 orang dalam pertempuran antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis pro-Rusia. Moskow berulang kali membantah tuduhan Barat soal keterlibatan Rusia dalam bentuk bantuan senjata dan pasukan untuk para pemberontak.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved