Apresiasi Makanan, Beri Contoh Kehidupan Harmonis

Sabtu, 21 Februari 2015 - 11:41 WIB
Apresiasi Makanan, Beri...
Apresiasi Makanan, Beri Contoh Kehidupan Harmonis
A A A
Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopi Semawis) bersama Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar Pasar Imlek Semawis seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ajang tersebut untuk memeriahkan Imlek yang jatuh pada Kamis (19/2) lalu. Sejak Sabtu hingga Selasa (14 Februari-17 Februari 2015), sepanjang Jalan Gang Pinggir Kawasan Pecinan Semarang disulap menjadi lorong yang penuh hiburan untuk masyarakat. Di sana telah didirikan stan yang menyajikan kuliner khas Pecinan dan Jawa. Selain itu, dipamerkan hasil kreasi usaha mikro kecil menengah.

Ada pula penampilan dari Wayang Potehi, Xiang Qi (catur gajah), musik tradisional Tionghoa Lam Kwan, atraksi wushu, kesenian Trutuk Semarang, serta atraksi barongsai dan Liong Samsie. Bagi pengunjung yang hadir, tidak dikenakan biaya sepeser pun. Antusiasme masyarakat sudah terlihat dari hari pertama saat pembukaan. Mendung yang menggelayut tak menyurutkan minat mereka untuk menyaksikan agenda tahunan tersebut.

“Pasar Imlek Semawis pada tahun 2015 ini adalah perayaan Pasar Imlek yang ke-12. Banyak hal yang telah dilalui, banyak perubahan yang telah dicapai, dan banyak suka-duka yang telah mewarnai,” tutur Harjanto Kusuma Halim, Ketua Kopi Semawis saat memberikan sambutan.

Lanjutnya, dua belas tahun bukanlah waktu yang pendek untuk sebuah keramaian yang melibatkan banyak pihak, baik akademisi, pengusaha, profesional, pemuka agama, seniman, budayawan, pemerintah, masyarakat baik pecinan maupun di luar pecinan. Tidak semua yang telah dilakukan berbinar gemerlapan, atau disambut dengan kegembiraan.

Ada yang merasa dirugikan, ada pula yang merasa ditinggalkan. “Harus diakui, Pasar Imlek Semawis telah menjadi contoh kehidupan multikultural yang harmonis dan terbuka, yang meretas batas sosial dan etnis. Inilah jati diri sesungguhnya Kota Semarang yang kita cintai. Dan inilah aset sekaligus kebanggaan yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain,” ucapnya bangga.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka acara menyebutkan, tradisi Pasar Imlek Semawis adalah perayaan yang dinanti warga Semarang dan warga yang tinggal di luar kota. Dikatakan, etnis Tionghoa di Indonesia tidak mengalami diskriminasi, terutama di Kota Semarang. Melalui acara tersebut, perbedaan yang hidup dan berkembang tidak menjadikan masalah. Namun, justru sebagai upaya untuk saling menjaga satu sama lain. Dia meminta semua bersinergi dan saling mendoakan untuk masa depan Semarang yang semakin baik.

Seru dan Bervariasi

Bagi FX Rudolf, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang, kedatangannya di Pasar Imlek Semawis kali ini merupakan yang pertama. Dia tergerak lantaran penasaran terhadap apa saja yang dijajakan dan acara apa yang akan disuguhkan di Pasar Imlek Semawis. Aldo, sapaan akrabnya, merasa terkesima dengan keseruan yang diperoleh dan banyaknya pengunjung yang hadir.

Menurut dia, dalam acara tersebut, tradisi adat Tionghoa masih sangat melekat. Padahal, warga Tionghoa sudah hidup berbaur dengan warga lokal Kota Semarang. Hal itu dapat dilihat dari permainan barongsai yang ia saksikan. “Cerita tentang kerajaan China masa lampau, band musik China, peragaan bela diri China, dan aneka karikatur huruf Hanzi China masih belum pudar dan tetap ditampilkan,” katanya.

Ketertarikan Aldo terhadap acara ini semakin bertambah karena peserta yang terlibat bukan hanya dari etnis Tionghoa, warga asli Semarang pun ikut bergabung. “Saya sangat terkesan karena warga Tionghoa dan warga asli Kota Semarang hidup saling berdampingan, rukun, dan toleransi,” katanya.

Aldo juga mengapresiasi makanan yang ditawarkan di stan makanan. “Makanan yang dijajakan sebagian besar adalah makanan halal agar semua pengunjung dari berbagai kalangan dapat menikmati makanan yang dijual,” ujarnya. Terlontar harapan dari Aldo agar acara tersebut dapat terus diadakan. Dia pun berdoa semoga tradisi Tionghoa tetap bertahan dan selalu membaur dengan masyarakat Semarang.

Shela Kusumaningtyas
(bbg)
Berita Terkait
Jadi Senjata Pikat Cewek,...
Jadi Senjata Pikat Cewek, Ini Tips Mengasah Selera Humormu
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu...
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu Akan Selalu Kami Kenang
Tiga Jurnalis SINDO...
Tiga Jurnalis SINDO Raih Juara Lomba Tulis dan Foto Telkomsel
Telkom Indonesia dan...
Telkom Indonesia dan SINDO Makassar Perpanjang Kerjasama
HUT ke-16, Ini Link...
HUT ke-16, Ini Link Registrasi Webinar Koran Sindo: Tren Bank Digital dan Geliat UMKM Go International
Indonesiasentris & Pembangunan...
Indonesiasentris & Pembangunan Seluruh Rakyat Indonesia
Berita Terkini
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved